Keraton Solo Bakal Gelar Dua Grebeg Besar Berbeda Hari, Kenapa?
Polemik dualisme di Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini masih belum selesai.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun sejak zaman Kerajaan Demak dan Mataram Islam, yang menggabungkan syiar agama Islam dengan kebudayaan Jawa.
Kata "Grebeg" atau "Gembrebeg" memiliki arti suara riuh atau gemuruh, yang menggambarkan ramainya suasana saat masyarakat berkumpul.
Secara filosofis, Grebeg Besar adalah bentuk ungkapan rasa syukur dari Raja (Sunan/Paku Buwono) dan kerabat keraton kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus simbol sedekah raja kepada rakyatnya.
Ciri khas utama dari perayaan ini adalah dikirabnya Gunungan dari dalam Keraton Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta.
Ada dua jenis gunungan utama yang diarak:
- Gunungan Jaler (Laki-laki): Berisi hasil bumi, sayuran, palawija, dan makanan mentah.
- Gunungan Estri (Perempuan): Berisi makanan siap saji, seperti rengginang, kerupuk, dan jajanan pasar.
Gunungan ini dikawal ketat oleh prajurit keraton (Laskar Prajurit Keraton Surakarta) yang memakai seragam khas tradisional lengkap dengan alat musik baris-berbaris mereka.
Setibanya di Masjid Agung, gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu oleh para ulama keraton (tafsir anom).
Setelah doa selesai, masyarakat yang sudah berkumpul akan langsung berebut hasil bumi dari gunungan tersebut.
Tradisi berebut ini disebut ngalap berkah. Masyarakat Jawa percaya bahwa bagian dari gunungan tersebut membawa berkah, kemakmuran, dan keselamatan jika dibawa pulang ke rumah atau ditanam di sawah.
Selain bernilai religius dan budaya, Grebeg Besar menjadi momentum bertemunya pihak keraton dengan masyarakat luas.
Ini adalah simbol kedekatan serta pengayoman pihak kerajaan terhadap rakyatnya di Surakarta dan sekitarnya.
Sebagaian artikel ini sudah tayang di Tribun Solo.
| Gara-gara Gaji Telat dan Konten TikTok Kemewahan, Sopir Truk Nekat Bom Molotov Rumah Kades Hoho |
|
|---|
| Gandeng KAGAMA, UGM Berniat Selamatkan Rumah Bersejarah Rektor Pertama Prof Sardjito |
|
|---|
| Update Kasus Shinta Alumni UGM dan Oknum Polisi Sleman, Ini Alasan Keluarga Sang Mantan Menolak RJ |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026 Pukul 18.00 WIB |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026 Pukul 13.30 WIB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Keraton-Surakarta-Hadiningrat-dokKompas.jpg)