Demi Keadilan, Seorang Warga Nekat Adang Iring Iringan Presiden

Warga Tempuran Magelang menerobos iring-iringan Presiden, Prabowo Subianto, menyerahkan berkas aduan karena merasa tidak mendapat keadilan

Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
CEGAT PRESIDEN: Seorang warga Tempuran Magelang nekat menerobos iring-iringan Presiden Prabowo Subianto saat akan mengunjungi peresmian PT VKTR di Magelang, demi bisa menyerahkan dokumen untuk mencari keadilan. 
Ringkasan Berita:
  • Asep Harso Tarmungkas menerobos iring-iringan Presiden Prabowo Subianto untuk menyerahkan aduan soal perbankan.
  • Ia mengaku tidak mendapat keadilan terkait utang almarhum istrinya yang terus dikenai biaya.
  • Asep menuntut hak asuransi piutang karena rumahnya terancam dieksekusi bank.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Seorang warga nekat menerobos iring-iringan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menyerahkan berkas aduan karena merasa tidak mendapat keadilan dengan perbankan

Pria tersebut adalah, Asep Harso Tarmungkas, Warga Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang,

Nekat demi keadilan

Aksi nekat tersebut dilakukan saat kedatangan Presiden menghadiri peresmian pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik PT VKTR Sakti di Magelang, karena ia merasa sudah tidak mendapat keadilan. 

"Jadi kami tadi menuliskan surat untuk Pak Prabowo, pada intinya menuntut keadilan dengan perbankan pemerintah yang tidak mau menyelesaikan perkara piutang almarhumah istri saya yang sudah lama dan terus dikenakan administrasi," Jelas Asep Harso Tarmungkas saat dihubungi melalui telepon. 

Rumah terancam eksekusi

Bahkan, lanjut Asep, perbankan berulang kali mengancam akan mengeksekusi rumahnya untuk dilelang yang digunakan sebagai agunan jika piutang istrinya tersebut tidak dibayarkan.

"Padahal kami berulang kali menyampaikan kepada perbankan tersebut, piutang istrinya suah diasuransikan sehingga jika terjadi bencana alam atau meninggal dianggap lunas, namun permohonan tersebut selalu diabaikan oleh perbankan," imbuhnya.

Tuntut hak asuransi piutang

Saat dikonfirmasi perbankan yang dimaksud, Asep enggan menyebutkan secara detail. Meski demikian, kronologi kejadian sudah dituangkan melalui surat yang sudah tertulis kepada presiden tersebut.

"Ya kami menaruh harapan besar kepada Bapak Presiden supaya bisa membela rakyat dengan seadil-adilnya, karena kami juga menuntut hak atas pembayaran asuransi piutang yang dikenakan setiap bulan," harapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved