SPPG Gondangsari Magelang Tanggapi Video Viral Bukber di Hotel: Bentuk Apresiasi Pegawai
Ia menyebut, bukber digelar sebagai bentuk apresiasi bagi pekerja SPPG yang sebagian di antaranya juga tergolong kelompok ekonomi lemah.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- SPPG Gondangsari menjadi sorotan setelah video buka puasa bersama pegawai di Hotel Sriti Magelang viral dan dinilai kurang empati di tengah keluhan kualitas menu kering program MBG.
- Asisten Lapangan Ahmad Rifky Prayudhi menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan bentuk apresiasi dari mitra bagi pekerja dari kalangan ekonomi lemah sekaligus sarana pembelajaran inovasi menu.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memberikan tanggapan terkait video buka puasa bersama (bukber) yang viral di media sosial.
Video yang diunggah akun TikTok SPPG_Gondangsari itu menampilkan kegiatan buka puasa bersama pegawai SPPG Gondangsari dan menjadi perbincangan karena menampilkan suasana acara yang terkesan mewah di tengah banyaknya keluhan masyarakat mengenai kualitas menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
Tidak mencerminkan empati
Sejumlah warganet menilai kegiatan tersebut tidak mencerminkan sikap empati terhadap kondisi di lapangan, terutama karena menu MBG yang diterima masyarakat kerap dinilai kurang layak dan belum memenuhi kebutuhan gizi yang memadai.
Saat dikonfirmasi, Asisten Lapangan SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi, membenarkan adanya acara bukber tersebut. Kegiatan itu digelar di Hotel Sriti Magelang serta diikuti oleh pegawai SPPG Gondangsari.
Ia menyebut, bukber digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para pekerja SPPG yang sebagian di antaranya juga tergolong dalam kelompok ekonomi lemah. Perekrutan masyarakat miskin di sekitar SPPG, menurutnya merupakan bagian dari pelaksanaan anjuran BGN.
“Bagi para pekerja itu, mereka adalah warga sekitar yang notabene tinggal di dataran tinggi atau kaki Gunung Merbabu dan secara kategori ada di (kemiskinan) desil satu sampai tiga. Maka banyak di antara mereka yang belum pernah merasakan makanan hotel," katanya, Minggu (1/3/2026).
"Jadi itu wujud apresiasi dari mitra, karena bukber ini full dana dari mitra. Wujud apresiasi agar sebelum mereka melaksanakan menu kering yang prosesnya susah-susah gampang, mulai dari packing, mengatur menu, dan lain sebagainya, mereka bisa lebih semangat dalam bekerja," sambung dia.
Ia melanjutkan, acara bukber berlangsung pada 21 Februari 2026 lalu. Saat itu, kata dia, menu kering MBG belum ramai dikritik masyarakat.
“Yang terjadi hari ini itu kan di-clip oleh berbagai macam, awalnya yang meng-clip itu salah satu media atau instagram lokal. Kalau saya melihat dari akunnya itu kan meng-clip menu-menu dari MBG lain, kemudian digabungkan dengan video itu. Jadi dibuatlah framing narasi seolah-olah di tengah polemik menu kering kok kita malah berbuka bersama di hotel," jelasnya.
Belajar variasi menu kering
Selain sebagai bentuk apresiasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi para pekerja untuk memproduksi menu kering yang dibagikan sepanjang bulan Ramadan.
Rifky mencontohkan inovasi menu yang muncul setelah kegiatan tersebut, seperti olahan ketan dengan susu dan keju, serta puding buah dengan tampilan lebih menarik.
“Puding buah yang bukan hanya murni puding biasa, tapi buahnya dibuat toping demikian rupa dan cantik ala-ala hotel,” lanjutnya.
Terkait kualitas menu MBG di dapurnya, ia mengklaim komplain dari penerima manfaat relatif minim.
Dalam sepekan terakhir, hanya ada satu keluhan terkait menu salak dan keripik bayam yang dianggap kurang variatif.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Makan Bergizi Gratis (MBG)
buka bersama
Magelang
Video viral
| Peringatan Hardiknas 2026, Wali Kota Magelang Sebut Pendidikan Fondasi Utama Pembangunan SDM |
|
|---|
| Prof Dr Mimi Mulyani Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar FKIP Universitas Tidar Magelang |
|
|---|
| Bupati Magelang Beri Apresiasi Para Santri Penghafal Alquran |
|
|---|
| 3 Mahasiswa Kasus Aksi 'Magelang Memanggil' Divonis 5 Bulan Penjara, Kampus dan Kuasa Hukum Banding |
|
|---|
| 11 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Grabag, Bupati Magelang Pastikan Penanganan Cepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-hotel-1.jpg)