Penyebab Utama Gempa Pacitan yang Terasa hingga Yogyakarta
Gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa.
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com --- Pada hari Jumat, 6 Februari 2026 pukul 01.06 WIB, wilayah Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M 6,4.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 89 km tenggara Pacitan, dengan kedalaman 58 km.
Faktor Penyebab Utama
Subduksi Lempeng
Gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa.
Proses tumbukan dan penunjaman lempeng tersebut menimbulkan akumulasi energi yang kemudian dilepaskan dalam bentuk guncangan gempa.
Mekanisme Sumber (Thrust Fault)
Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.
Artinya, bagian lempeng yang menunjam mengalami dorongan ke atas, sehingga menghasilkan getaran kuat yang dirasakan di berbagai wilayah.
Dampak Getaran
Intensitas IV MMI:
Bantul, Sleman, Pacitan (dirasakan banyak orang di dalam rumah).
Intensitas III MMI:
Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara (getaran nyata dalam rumah, terasa seperti truk melintas).
Intensitas II MMI:
Tuban, Jepara (getaran ringan, benda gantung bergoyang).
Potensi Tsunami dan Susulan
Hasil pemodelan BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, karena mekanisme thrust fault yang terjadi tidak cukup kuat untuk mengangkat massa air laut
secara signifikan.
Hingga pukul 01.35 WIB, monitoring BMKG juga belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock). (iwe)
• Dampak Gempa Pacitan di Wilayah DIY: 40 Warga Dirawat di Faskes, Kerusakan Terbanyak di Bantul
| Persiapan Hotel Sebagai Asrama Haji DIY di Kulon Progo: 1 Kamar Diisi 3 Jemaah |
|
|---|
| Embarkasi Haji DIY di YIA Kulon Progo Diklaim Siap 90 Persen, Keberangkatan Perdana 21 April |
|
|---|
| Refleksi Hari Kartini di Kota Yogyakarta: Ormas Perempuan Didorong Jadi Garda Perlindungan Terdepan |
|
|---|
| MBG Bakal Difokuskan pada Anak Kurang Gizi, Pakar UMY Ungkap Prioritas Sasaran |
|
|---|
| Cerita Sarminiah, Jemaah Haji Tertua Asal Jogja Siap Pergi ke Tanah Suci: InsyaAllah Masih Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gempa-64-Pacitan-Jumat-622026.jpg)