Diduga Hendak Tawuran, 14 Remaja Diamankan Polresta Magelang
Petugas mengamankan 11 remaja di sebuah warung di kawasan Simpang Empat Koramil Borobudur dan tiga remaja lainnya di area cucian mobil
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Polresta Magelang mengamankan 14 remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran pada Jumat malam.
- Sebagian besar remaja yang ditangkap masih berstatus pelajar dan kedapatan membawa senjata tajam serta minuman keras.
- Polisi mengimbau orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah aksi kenakalan remaja.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Sebanyak 14 remaja diamankan jajaran Polresta Magelang setelah diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Kabupaten Magelang, Jumat (12/6/2026) malam.
Pengamanan bermula dari laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait adanya sekelompok pemuda yang berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Desa Deyangan, Kecamatan MertoyudanDari
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan dari Polresta Magelang bersama Polsek Borobudur dan Polsek Salaman langsung melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul para remaja.
Tangkap 14 remaja
Hasilnya, petugas mengamankan 11 remaja di sebuah warung di kawasan Simpang Empat Koramil Borobudur dan tiga remaja lainnya di area cucian mobil Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman.
PS Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, mengatakan tindakan cepat petugas dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun para remaja itu sendiri.
"Berdasarkan laporan masyarakat melalui layanan 110, petugas langsung melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan tawuran," kata Ady saat dihubungi Minggu siang.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bentrokan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun para pelaku sendiri," ujarnya.
Masih pelajar
Dari hasil pemeriksaan awal, para remaja yang diamankan berasal dari Kecamatan Tempuran, Mertoyudan, Bandongan, Salaman, dan Kajoran. Sebagian besar diketahui masih berstatus pelajar maupun lulusan baru tingkat SMP dan SMA sederajat.
Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti berupa satu celurit kecil berwarna merah, satu botol minuman keras jenis ciu, serta delapan pakaian sekolah yang telah dicoret-coret.
"Ditemukan pula barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, minuman keras, serta sejumlah pakaian sekolah yang dicoret-coret. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut," terang Ady.
Sebelas remaja yang diamankan di wilayah Borobudur selanjutnya menjalani pembinaan dan diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. Sementara itu, tiga remaja yang diamankan di wilayah Salaman masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu di antaranya diduga membawa senjata tajam sehingga kasusnya ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Magelang.
Ady menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, terutama pada masa pasca kelulusan sekolah yang kerap diwarnai aksi konvoi liar maupun tawuran pelajar.
"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari," katanya.
Peran masyarakat
| PT KAI Tegaskan Klaim Aset Sah, Warga Waringin Tunggal Tetap Tolak Skema Sewa |
|
|---|
| Grebeg Suro 2026 di Gunung Tidar Angkat Filosofi Cakra Manggilingan, Ribuan Warga Siap Kirab Budaya |
|
|---|
| Puluhan Tahun Bersengketa, Warga Blondo Tolak Klaim Aset PT KAI dan Minta Pembuktian Hukum |
|
|---|
| Revitalisasi Kuliner Heritage dan Pendidikan Inklusif Raih Penghargaan Tertinggi RUD Pemkot Magelang |
|
|---|
| TNI dan Pemkot Magelang Tinjau KKMP Wates, Pastikan 51 Unit di Magelang Raya Sudah Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Diduga-Hendak-Tawuran-14-Remaja-Diamankan-Polresta-Magelang.jpg)