Gunung Merapi
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran ke Hulu Kali Boyong
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1 kilometer ke arah Hulu Kali Boyong.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 1 kilometer ke arah Hulu Kali Boyong.
- BPPTKG menyebut aktivitas vulkanik masih tinggi dengan status Level III Siaga, serta mengimbau masyarakat menjauhi kawasan rawan bencana.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (27/1/2026) sore.
Laporan mencatat luncuran awan panas terjadi pukul 16.13 WIB dengan estimasi jarak sekitar 1.000 meter.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa APG tersebut memiliki amplitudo maksimum 39,07 milimeter dengan durasi 109,32 detik.
Guguran mengarah ke sektor barat daya, tepatnya ke hulu Kali Boyong, dengan arah angin bertiup ke timur.
Status Gunung Merapi Masih Siaga
Agus menjelaskan, hingga kini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga yang berlaku sejak 5 November 2020.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di kawasan rawan bencana.
BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif juga dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Imbauan BPPTKG untuk Masyarakat
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dalam kawasan rawan bencana. Warga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
“Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” ujar Agus Budi Santoso. (tro)
• Gempa M4,5 Guncang Bantul dan Sekitarnya, Stasiun Geofisika Sleman: Akibat Aktivitas Sesar Opak
• Wabup Magelang Sahid Hadiri Walimatut Tasyakur dan Khaul ke-30 KH Muhammad Abbas
| Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas: Potensi Bahaya Sektor Selatan Barat Daya |
|
|---|
| Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran Minggu Siang |
|
|---|
| UPDATE Gunung Merapi 27 Juni 2024: Teramati 3 Kali Guguran Lava ke Barat Daya |
|
|---|
| UPDATE Gunung Merapi 26 Juni 2024: Muntahkan 11 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Bebeng |
|
|---|
| UPDATE Gunung Merapi 25 Juni 2024: Keluarkan 8 Kali Guguran Lava Pagi Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gunung-Merapi-Luncurkan-Awan-Panas-Guguran-1-Kilometer.jpg)