10 Perbedaan Keraton Jogja dan Keraton Solo
Keraton Jogja dan Keraton Solo memiliki akar sejarah yang sama, tapi tradisi, budaya, sistemnya berbeda. Simak 10 perbedaannya yang menarik di sini!
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta sama-sama berasal dari Mataram Islam, tetapi berkembang dengan sistem kepemimpinan dan karakter yang berbeda.
- Perbedaan keduanya terlihat jelas pada gelar raja, adat istiadat, busana, gamelan, arsitektur, batik, hingga pewayangan.
- Di masa kini, Keraton Yogyakarta berperan dalam pemerintahan daerah, sedangkan Keraton Surakarta menjadi simbol budaya dan spiritual Jawa.
TRIBUNJOGJA.COM - Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta merupakan dua pusat kebudayaan Jawa yang berasal dari pecahan Kerajaan Mataram Islam.
Keraton Yogyakarta berdiri pada 1755 melalui Perjanjian Giyanti dan dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.
Sementara Keraton Surakarta didirikan lebih dahulu pada 1744 oleh Sunan Pakubuwono II sebagai pengganti Kartasura.
Meski memiliki akar sejarah yang sama, keduanya berkembang dengan karakter, sistem kepemimpinan, serta tradisi yang berbeda.
Perbedaan tersebut tercermin dalam gelar raja, adat istiadat, busana, hingga peran keraton di masa kini.
Berikut ini 10 perbedaan Keraton Jogja dan Keraton Solo yang menarik untuk diketahui.
1. Gelar dan Kepemimpinan
Setiap keraton memiliki sistem kepemimpinannya masing-masing.
Keraton Yogyakarta dipimpin oleh raja bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono, dimulai dari Hamengkubuwono I yang berdiri pada 1755.
Saat ini tahta sudah turun hingga pada Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Raja di Keraton Yogyakarta juga otomatis menjabat sebagai Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berbeda halnya dengan Keraton Surakarta setiap Rajanya bergelar Sunan Pakubuwono.
Keraton ini dibangun oleh Pakubuwono II pada 1744 sebagai pengganti Kartasura yang hancur akibat Geger Pecinan.
Setelah wafatnya Pakubuwono XIII, tradisi Kesunanan dilanjutkan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra sebagai penerus tahta Keraton Surakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kraton-jogja-soloo.jpg)