Sukses Gelar Untidar Run 2026, Universitas Tidar Bidik Event Lari Nasional

Untidar kini membidik status sebagai event lari berskala nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
Gelaran Untidarrun sukses digelar dengan 500 pelari. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Tidar (Untidar) menargetkan ajang Untidar Run berkembang menjadi ajang lari berskala nasional dalam dua tahun ke depan.
  • Untidar Run 2026 sukses digelar pada Minggu pagi dengan diikuti oleh 500 pelari dari berbagai daerah yang melintasi rute sepanjang 9 kilometer.
  • Para peserta mengapresiasi rute yang aman, ketepatan waktu acara, serta kelengkapan fasilitas seperti medali, tim medis, dan water station.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kesuksesan penyelenggaraan Untidar Run 2026 menjadi modal penting bagi Universitas Tidar (Untidar) untuk membawa ajang lari tersebut naik kelas. Setelah sukses menggelar event untuk kedua kalinya dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah, Untidar kini membidik status sebagai event lari berskala nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Sebanyak 500 pelari dari wilayah Kedu Raya, Yogyakarta, Semarang, hingga sejumlah daerah lain ambil bagian dalam Untidar Run 2026 yang digelar Minggu (7/6/2026) dengan start dan finish di kawasan Rektorat Untidar Sidotopo.

Rute ideal

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Parmin, M.Si., mengatakan penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding edisi perdana. Jika pada tahun sebelumnya peserta dapat mengikuti secara gratis, tahun ini panitia menerapkan biaya registrasi sebesar Rp150 ribu.

"Untidar Run pertama gratis, yang kedua ini berbayar sebesar Rp150 ribu. Dengan adanya biaya registrasi ini, peserta yang mengikuti pun lebih serius," ujar Prof. Parmin.

Menurutnya, rute sejauh 9 kilometer yang disiapkan panitia dinilai sudah ideal untuk karakter Kota Magelang. Karena itu, Untidar berencana mempertahankan konsep tersebut pada penyelenggaraan berikutnya dengan sejumlah peningkatan.

"Target kami dua tahun lagi kegiatan ini kembali diselenggarakan dengan rute yang sama, tetapi ada peningkatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas penyelenggaraan," katanya.

Lebih jauh, Untidar tidak hanya ingin menjadikan Untidar Run sebagai agenda tahunan kampus, tetapi juga sebagai sarana membangun budaya olahraga di lingkungan akademik dan masyarakat.

"Untidar Run bukan sekadar event tahunan. Kami ingin mengolahragakan Untidar dan masyarakat sekitar. Untuk penyelenggaraan berikutnya, Untidar Run siap menjadi event nasional," tegasnya.

Rute yang dilalui peserta membawa pelari melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Magelang, mulai dari kawasan Rektorat Sidotopo menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sumba, Jalan Buton, Jalan Kalimas, Jalan Barito 2, dan kembali finis di kawasan kampus.

Tantangan elevasi dan pemandangan

Selain menawarkan tantangan elevasi khas Kota Magelang, rute tersebut juga menyuguhkan pemandangan perkotaan, area persawahan, hingga kawasan sungai yang memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta.

"Rute larinya asyik. Tidak sekadar lari, tetapi juga melewati daerah-daerah yang sejuk dan menyegarkan. Unsur sport tourism-nya dapat," kata Prof. Parmin.

Kualitas penyelenggaraan juga mendapat apresiasi dari para peserta. Juara pertama kategori umum putri, Iindah Yuniarti, yang mencatat waktu 38 menit 46 detik, menilai event tersebut berjalan baik dan tertata.

"Untuk event yang diselenggarakan di wilayah Magelang Utara ini sudah cukup baik dan meriah. Rute menggunakan jalan utama Semarang-Yogyakarta yang saya kira akan sangat padat, ternyata bisa aman dan terkendali," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi ketepatan waktu pelaksanaan yang dinilai penting bagi para atlet yang memiliki agenda lomba lain.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved