PSMTI Kota Magelang Gelar Tebus Murah 2.000 Paket Sembako Diserbu Warga
PSMTI Kota Magelang Gelar Tebus Murah 2.000 Paket Sembako Diserbu Warga
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang menggelar kegiatan tebus murah 2.000 paket sembako bagi masyarakat, Jumat (5/6/2026).
Program sosial tersebut menjadi upaya membantu warga memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Ketua PSMTI Kota Magelang, Slamet Santoso, mengatakan kegiatan sosial merupakan agenda rutin yang terus dilakukan organisasinya dengan berbagai bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kalau kegiatan sosial memang rutin kami laksanakan. Hanya bentuk kegiatannya yang berganti-ganti sesuai kebutuhan masyarakat. Kali ini kami mengadakan tebus murah sembako karena kami melihat kondisi ekonomi saat ini memang tidak mudah bagi banyak kalangan," katanya.
Dalam program tersebut, lanjutnya, masyarakat dapat memperoleh paket sembako senilai lebih dari Rp100 ribu hanya dengan menebus seharga Rp50 ribu.
Paket tersebut berisi beras premium 3 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi instan, teh, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
"Nilai paketnya kurang lebih Rp100 ribu lebih. Isinya ada beras yang baik 3 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng, mi instan, teh dan kebutuhan lainnya. Masyarakat cukup menebus Rp50 ribu," ujarnya.
Baca juga: Layaknya Pemilu, Warga Logede di Glagah Pilih Bakal Calon Dukuh Lewat Pencoblosan
Menurut Slamet, konsep tebus murah dipilih dibandingkan pembagian gratis karena dinilai lebih mendidik sekaligus menjaga martabat penerima bantuan.
"Kalau semuanya diberikan cuma-cuma, menurut kami kurang mendidik. Karena itu kami memilih konsep tebus murah. Semoga kegiatan ini tidak hanya sekali, tetapi bisa berlanjut hingga tiga kali," katanya.
PSMTI berencana melanjutkan program serupa pada bulan Juli dan Agustus 2026. Untuk tahap pertama yang digelar menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila ini, sebanyak 2.000 paket disiapkan bagi masyarakat yang telah terdata melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Selain program tebus murah, PSMTI juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial lainnya, mulai dari bedah rumah, bantuan kemanusiaan, hingga program makan gratis bagi lansia kurang mampu yang telah berjalan secara rutin sejak 2022.
"Kami juga mengadakan bedah rumah yang sudah sering dilakukan. Kemudian sejak tahun 2022 kami rutin memberikan makan gratis kepada lansia kurang mampu. Setiap hari Selasa sekitar 250 paket kami bagikan, bahkan minggu lalu mencapai 375 paket karena ada dukungan dari teman-teman dan para donatur," jelasnya.
Slamet berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan sosial demi membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di Kota Magelang.
"Kami ingin menjalin silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat agar Magelang semakin maju. Kota Magelang harus menjadi contoh kota yang kondusif, kota yang menjunjung pluralisme dan kota yang damai," ungkapnya.
Ia juga menilai keberagaman yang tumbuh di Kota Magelang menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan masyarakat. Keberadaan berbagai rumah ibadah yang berdampingan di kawasan Alun-alun Kota Magelang menjadi simbol nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika.
| Wali Kota Magelang Ingatkan Masyarakat Jangan Sampai Dikendalikan AI |
|
|---|
| 'Local Champion' Jadi Ruang Anak Muda Magelang Berkarya dan Bergerak untuk Masyarakat |
|
|---|
| 1.222 Ketua RT dan RW di Kota Magelang Terima Honorarium |
|
|---|
| Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkab Bantul Intervensi Pasar Lewat Gerakan Pangan Murah |
|
|---|
| Tidar Borobudur 10K Sedot 8.000 Pelari, Kota Magelang Siap Bidik Sport Tourism Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/TEBUS-MURAH-Ribuan-masyarakat-mengantri-demi-mendapatkan-paket-tebus-murah.jpg)