10 Perbedaan Keraton Jogja dan Keraton Solo

Keraton Jogja dan Keraton Solo memiliki akar sejarah yang sama, tapi tradisi, budaya, sistemnya berbeda. Simak 10 perbedaannya yang menarik di sini!

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
pinterest.com
Potret sebelah kiri bangunan biru yang megah merupakan Keraton Surakarta, sementara sebelah kanan bangunan putih yang elegan adalah Keraton Yogyakarta. 

Misalnya, Tari Bedhaya Ketawang yang menjdi lebih ritualistik dan ekslusif. 

 

4. Pakaian Adat 

Pakaian adat pun menjadi perbedaan utama antara kedua Keraton ini, terutama bagian blangkon, penutup kepala tradisional khas pria Jawa.

Blankon Yogyakarta pada bagian belakang memiliki tonjolan.

Hal tersebut melambangkan kemampuan orang Jawa menjaga rahasia dan mengontrol diri, baik terhadap aib sendiri atau orang lain.

Motif batik yang umum digunakan seperti sido wirasat, taruntum, jumputan, dan modang. 

Sementara itu, blangkon Surakarta bagian belakangnya rata dengan simpul kain yang diikat ke dalam.

Rupa ini memiliki simbol kesatuan niat dan pikiran yang lurus serta keimanan dalam dua kalimat syahadat.

Motif batik yang digunakan Keraton Surakarta biasanya keprabon, tempen, dan kesatrian yang menunjukkan kewibawaaan dan ketegasan. 

 

5. Gamelan 

Gamelan adalah alat musik tradisional yang menjadi komponen penting dalam budaya Keraton.

Gamelan Yogyakarta ukurannya lebih besar dengan suaranya yang kuat, mencerminkan karakter kegagahan dan ketegasan.

Selain itu, susunan gamelan daerah Istimewa ini lebih renggang dan lebar. 

Warna pada alat musik tradisional gamelan ini pun warnanya lebih cerah.

Desain gamelan Yogyakarta pun cenderung sederhana, tetapi berwibawa. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved