Misteri Api di Rumah Warga Sleman
99 Titik Api Muncul dalam 13 Hari di Rumah Warga Seyegan Sleman
Tim ahli lintas sektor membahas kondisi, hasil pengamatan, dan upaya penanganan teror api di rumah Agus Yani di Seyegan.
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Muhammad Fatoni
Pukul 22.44, api kembali muncul di ruang tengah, membakar kardus telur.
Kondisi serupa juga terjadi pada Rabu (3/6/2026) malam.
Api tiba-tiba muncul dan membakar barang di kamar tengah maupun halaman belakang.
Keluarga Agus sedikit banyak hapal pola.
Ketika baskara melindap di ufuk barat sana, kewaspadaan harus ditingkatkan segera, berlipat ganda.
Sebab, cukup sering titik api muncul tatkala hari beranjak gelap.
Benar saja, tak berselang lama, ketika jam menunjukkan angka 18.50, tumpukan kayu di halaman belakang terbakar hebat. Apinya menyalak hampir satu meter ke atas.
Untuk diketahui, sebelumnya sudah terjadi kebakaran serupa sebanyak tiga kali di titik yang sama.
Artinya, ini adalah kali keempat tumpukan kayu itu digilas api panas. Pukul 20.00, sebuah kaus di luar rumah mendadak terbakar.
Hingga kini, belum ada solusi konkret untuk menghentikan teror api.
Hampir dua pekan nirhenti keluarga ini berbagi ruang dengan bara api.
"Nggegirisi (mengkhawatirkan)," tutur Agus Yani menggambarkan teror api dan dua pekan yang melelahkan di Seyegan.
Dibahas ahli
Sejumlah tim ahli lintas sektor pada Kamis sore kemarin melakukan pertemuan di Kantor Kapanewon Seyegan untuk membahas kondisi, hasil pengamatan, dan upaya penanganan teror api di rumah Agus Yani.
Sinergi lintas ahli ini penting sebab fenomena langka ini belum masuk ke dalam 12 daftar Kajian Risiko Bencana Daerah, sehingga sinkronisasi hasil data lapangan diperlukan, terutama bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk menentukan langkah mitigasi darurat.
Dosen Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) UGM, Dr. Sarju Winardi, menyampaikan, melalui tiga rangkaian observasi dan pengukuran menggunakan detektor gas serta teknologi kamera thermal sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026, tim ahli Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM mengonfirmasi bahwa rentetan kejadian api berulang di rumah Agusyani dipicu oleh akumulasi gas hidrogen (H2) konsentrasi tinggi, bukan karena faktor mistis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Teror-Api-di-Seyegan-Belum-Berhenti-Korban-Butuh-Blower-untuk-Halau-Gas.jpg)