Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Kasus Teror Api di Seyegan, Tim UGM Ungkap Tingginya Kadar Hidrogen
Tim peneliti dari UGM yang melakukan observasi ke lokasi kejadian menyaksikan langsung proses kemunculan api membakar barang di rumah tersebut.
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Muhammad Fatoni
Peneliti dari Teknik Mesin UGM, Prof. Deendarlianto, memastikan seluruh sampel benda dan gas yang terperangkap pada objek terbakar akan dianalisis secara simultan di laboratorium pada hari Selasa.
Untuk memastikan tidak ada penyebab lain dari faktor eksternal, Pakar Elektro UGM, Iswandi, turut memeriksa potensi gangguan medan magnet atau jaringan listrik di sekitar pemukiman.
Hasil sementara menunjukkan tidak ada infrastruktur tegangan tinggi maupun menara (tower) pemancar yang besar di seputar rumah Agus Yani.
"Keluhan pemilik rumah mengenai listrik yang tidak stabil saya kira bukan menjadi penyebab kemunculan api. Saya kira selanjutnya, terbakarnya satu gas ada kemungkinan bisa muncul karena tidak perlu pemantik. Kalau disini kelistrikan cenderungnya hanya pemantik saja," terang Iswandi.
Kehadiran tim ilmiah ini diharapkan dapat meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.
Dr. Ahmad Agus Setiawan dari Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM menyampaikan bahwa jajaran pakar senior termasuk mantan Rektor UGM dan mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menaruh perhatian besar pada kasus yang menyita perhatian publik ini.
"Kemarin kami sudah diskusi intens para pakar, termasuk mantan Rektor dan mantan Kepala BMKG Dwikorita dan ada konsen yang dimunculkan, bagaimana tim ini membawa informasi kebakaran berulang ini bisa lebih ilmiah. Sebab kasus ini sudah mulai dibawa ke ranah yang agak mistis. Semoga dengan informasi yang fiks, bisa menjembatani ini semua," harap Agus. (rif/hdy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tim-PKPE-UGM-melakukan-observasi-di-rumah-Agus-Yani-di-Seyegan-Sleman-Sabtu-3052026.jpg)