Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Para Pakar UGM Saksikan Langsung Api Menyala Sendiri di Rumah Seyegan, Pemicu Diduga Gas Hidrogen

Para peneliti tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung mengukur parameter gas pemicu kebakaran. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
CARI GAS PEMICU: Prof. Alva Edy Tantowi (bertopi) saat menyampaikan keterangan setelah melakukan observasi dan pengambilan sampel di rumah Agusyani yang mengalami kebakaran berulang di Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman 

"Kalau dugaan kemarin adalah gas metan yang biasanya muncul dari pembusukan, yang ini kok ternyata hidrogen, sehingga kami akan mencari sumber yang sebenarnya apa. Disamping kejadian-kejadian kemarin yang terbakar kita kumpulkan informasinya. Jadi mudah-mudahan sumber yang kita duga dari air, besok kita bisa temukan sedangkan lainnya kami akan cari lagi," ujar Prof. Sarto. 

Analisa sampel fisik yang terbakar 

Di sisi lain, proses pengumpulan sampel fisik dari material yang telah hangus terbakar juga terus dilakukan. Peneliti dari Teknik Mesin UGM, Prof. Deendarlianto, memastikan seluruh sampel benda dan gas yang terperangkap pada objek terbakar akan dianalisis secara simultan di laboratorium pada hari Selasa besok. Sementara itu, untuk memastikan tidak ada penyebab lain dari faktor eksternal, Pakar Elektro UGM, Iswandi, turut memeriksa potensi gangguan medan magnet atau jaringan listrik di sekitar pemukiman. Hasil sementara menunjukkan tidak ada infrastruktur tegangan tinggi maupun menara (tower) pemancar yang besar dj seputar rumah Agusyani.

"Keluhan pemilik rumah mengenai listrik yang tidak stabil saya kira bukan menjadi penyebab kemunculan api. Saya kira selanjutnya, terbakarnya satu gas ada kemungkinan bisa muncul karena tidak perlu pemantik. Kalau disini kelistrikan cenderungnya hanya pemantik saja," terang Iswandi. 

Kehadiran tim ilmiah ini diharapkan dapat meredam spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat. Dr. Ahmad Agus Setiawan dari Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM menyampaikan bahwa jajaran pakar senior termasuk mantan Rektor UGM dan mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menaruh perhatian besar pada kasus yang menyita perhatian publik ini.

"Kemarin kami sudah diskusi intens para pakar, termasuk mantan Rektor dan mantan Kepala BMKG Dwikorita dan ada konsen yang dimunculkan, bagaimana tim ini membawa informasi kebakaran berulang ini bisa lebih ilmiah. Sebab kasus ini sudah mulai dibawa ke ranah yang agak mistis. Semoga dengan informasi yang fiks, bisa menjembatani ini semua," harap Agus.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved