Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Kisah Keluarga di Seyegan Sleman 10 Hari Hadapi Teror Api yang Tak Berhenti

Dalam sehari, setidaknya ada tujuh hingga delapan letupan api misterius yang meneror rumah Mutfiana dan Agusyani di Kasuran, Seyegan, Sleman

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TERBAKAR - Agusyani sedang menata barang-barang miliknya yang hangus terbakar dalam sepuluh hari terakhir. 

Secara kalkulasi kasar, kerugian material yang diderita keluarga Agusyani dalam sepuluh hari ini telah mencapai di kisaran Rp 40 juta. 

Uang jutaan rupiah tersebut habis untuk upaya mandiri menyelamatkan rumah dari nyala api. Misalnya dengan menguras septic tank, yang semula diduga menjadi biang kerok kebocoran gas metana

Lalu mengganti saluran pipa paralon yang diduga mengalami kebocoran, hingga meninggikan jalur pernapasan saluran pembuangan. Belum lagi barang-barang berharga, pakaian, hingga tas dan seragam sekolah anak-anak yang hangus terbakar saat dijemur.

Tekanan beban psikologis keluarga Agusyani kian berat. Di dunia maya, narasi mistis dan penghakiman sepihak peristiwa ini dari netizen terus bermunculan. 

"Satu keluarga terus terang kami sudah tidak memegang hape lagi. Kami takut membaca komentar netizen (yang menghakimi)," akunya. 

Saat ini, keluarga hanya bisa melakukan tindakan spontan. Membuka lebar pintu dan jendela. Mengosongkan lantai dasar dari barang-barang yang memungkinkan bisa terbakar.

Jika api muncul, mereka siram. Selebihnya, mereka harus mengungsi, menumpang tidur di sebuah ruko kosong di sebelah utara rumah demi hidup lebih tenang dan menyelematkan nyawa.

Beragam upaya lain juga telah dilakukan. Termasuk rencana membongkar lantai rumah dan menambalnya dengan material yang lebih kokoh, namun keluarga terkendala biaya yang terlampau besar. 

Saat ini, langkah sementara, selain memindahkan barang barang yang mudah terbakar, keluarga berupaya mencari tempat penyewaan mesin blower guna mengurai konsentrasi gas yang terjebak di dalam kamar.

"Sejauh ini, segala biaya operasional masih ditanggung keluarga secara mandiri. Kami sangat bersyukur warga sekitar juga peduli dan sangat membantu kami," kata Mutfiana. 

Keberadaan gas alami 

Saat ini, di tengah beban berat itu, harapan perlahan muncul seiring turun tangannya para ahli lintas sektor, mulai dari ahli dari UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta, BPPTKG, maupun personel dari BPBD Sleman. Misteri kemunculan api di rumah Agusyani ini mulai dikupas secara rasional, menjauhkan keluarga dari stigma mistis.

Wakil Dekan FTME UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Ardian Novianto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tim yang telah turun ke lokasi menemukan indikasi kuat keberadaan gas alami di sekitar rumah Agusyani. 

Di aliran sungai Konteng, atau Bendung Slokan Gembung Krusuk, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban, ditemukan gelembung-gelembung gas yang keluar perlahan dari air tapi secara kontinyu.

Namun belum bisa dipastikan gas tersebut, apakah sama dengan yang dirumah Agusyani atau tidak. Saat ini baru sebatas indikasi awal. 

"Indikasi awal ini adalah biogenic gas.  Gas biogenic adalah gas yang dihasilkan dari pembusukan. Disekitar sini (kemungkinan) ada rawa dan tersimpan menjadi metana, dan melebihi kemampuan, sehingga gas keluar secara alami," jelas Dr. Ardian. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved