Api Misterius Sleman, Dosen UGM: Kebakaran Terjadi Jika Ada Bahan Bakar, Oksigen, Sumber Api
Rumah di Sleman mengalami 40 kali kebakaran sejak 23 Mei 2026. Dugaan awal berasal dari kebocoran gas metana di septictank, namun api tetap muncul
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
“Menarik sebenarnya untuk diteliti, tetapi kalau personal dosen harus ada mekanisme, termasuk pendanaan. Mungkin bisa lewat pengabdian masyarakat,” ujar Prof. Chandra.
Kasus ini membuka wacana bahwa kebakaran rumah tidak selalu sederhana. Ada kemungkinan interaksi kompleks antara limbah domestik, bahan kimia, dan faktor lingkungan yang menciptakan kondisi unik.
Dampak Sosial
Warga sekitar merasa resah dengan kejadian ini. Bayangan api yang muncul berulang kali menimbulkan ketakutan, sekaligus rasa penasaran.
Tidak sedikit yang menganggap rumah tersebut “angker” karena kebakaran terus terjadi meski sudah diperbaiki.
Namun, dari sisi ilmiah, kasus ini adalah contoh nyata bagaimana limbah rumah tangga dan instalasi listrik bisa berinteraksi secara berbahaya.
Baca juga: Teror Api Muncul Lagi Bakar Tumpukan Kayu, Keluarga di Seyegan Terus Berjaga
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah kejadian serupa, masyarakat disarankan:
- Memeriksa instalasi listrik secara berkala.
- Menggunakan detektor gas sederhana di rumah.
- Mengelola limbah rumah tangga agar tidak bercampur dengan bahan kimia berbahaya.
- Menghindari penggunaan desinfektan berlebihan yang bisa memicu reaksi kimia. (maw)
| Teror Api Muncul Lagi Bakar Tumpukan Kayu, Keluarga di Seyegan Terus Berjaga |
|
|---|
| Tanggapi Kebakaran Misterius di Sleman, Pakar di Bidang Teknik Kimia Jelaskan Unsur Segitiga Api |
|
|---|
| Iduladha 1447 H: 28.760 Hewan Kurban Disembelih di Sleman |
|
|---|
| Mahasiswa Sastra Perancis UGM yang Meninggal di Temanggung Merupakan Fotografer Lepas Kraton Jogja |
|
|---|
| Sapi Misterius Jenis Simental Jumbo Seberat 1,1 Ton Dikirim ke Salah Satu Masjid di Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Teror-Api-Muncul-Lagi-Bakar-Tumpukan-Kayu-Keluarga-di-Seyegan-Terus-Berjaga.jpg)