Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Tanggapi Kebakaran Misterius di Sleman, Pakar di Bidang Teknik Kimia Jelaskan Unsur Segitiga Api

Menurutnya, kebakaran dapat terjadi karena ada unsur segitiga api, yaitu bahan bakar, udara atau oksigen kadar tertentu, dan sumber api.

Tayang:
Penulis: OSE | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
MISTERI API: Foto dok. Penampakan api misterius membakar sofa di ruang tengah rumah warga Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). 

Tidak hanya dari sisi gas, jalur listrik juga perlu dicek. Ada kemungkinan kabel mengelupas atau lembab yang bisa menjadi pemicu kebakaran.

Menurut dia, teror api yang menyebabkan kebakaran berkali-kali tersebut cukup menarik untuk diteliti. 

"Menarik sih sebenarnya untuk diteliti, tetapi kalau personal dosen kan harus ada mekanisme yang perlu dilalui, termasuk pendanaannya. Mungkin pengabdian masyarakat bisa juga itu," imbuhnya. 

Teror api belum berakhir

Rentetan kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Dusun Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman belum juga berakhir hingga Kamis 28 Mei 2026.

Dilaporkan, sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar pelbagai perabot di dalam rumah berlantai dua tersebut.

Api membakar barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.

Barang tersebut berupa handuk merah, yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai. 

Hasil cek Tim Gegana

Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY, rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menyampaikan ancaman kemunculan titik api di dalam rumah ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis (28/5/2026).

Terpisah, Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menyampaikan fakta baru yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini.

Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif.

Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi. 

"Terakhir tadi malam pukul 23.00 WIB sempat muncul lagi. Namun, sejak tengah malam hingga siang ini, api dilaporkan belum muncul kembali," katanya. 

Pujiono memastikan bahwa fenomena teror api ini terlokalisasi dan rumah yang berada persis di sebelahnya dalam kondisi aman.

Sementara untuk kerugian materiil, pihak kepolisian belum melakukan pendataan mendalam karena masih fokus pada aspek keselamatan. (MAW)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved