Iduladha 2026

Kemeriahan Parade Sapi Jumbo di Jogokariyan, Warga Antusias Saksikan Sapi Berbobot 1,1 Ton

Sapi-sapi bertubuh padat yang beratnya mendekati angka 1.100 kilogram ini berjalan di tengah kerumunan, menjadi tontonan persiapan Iduladha

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hanif Suryo
PARADE SAPI JUMBO — Sejumlah pawang menuntun seekor sapi berukuran besar menyusuri Jalan Jogokaryan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Masjid Jogokariyan tersebut memilih mengarak hewan-hewan kurban pilihan dengan bobot berkisar antara 900 kilogram hingga 1,1 ton menyusuri jalanan untuk menghadirkan ruang komunal di mana semua lapisan masyarakat bisa ikut merayakan kegembiraan menjelang Hari Raya Idul Adha. 

Tahun ini, Masjid Jogokariyan mencatatkan rekor baru dalam hal ukuran hewan kurban yang diterima. Terdapat dua ekor sapi istimewa berukuran super jumbo yang langsung menyita perhatian warga dalam parade. Sapi tersebut merupakan kurban individual (non-kolektif) dari pengusaha asal Jakarta yang memiliki keterikatan dengan wilayah Yogyakarta.

"Yang baru datang ini ada 2 ekor sapi, merupakan sumbangan dari salah seorang pengusaha yang ada di Jakarta, yang masing-masing beratnya 1 ton 150 kilogram per sapinya. Sapi daerah di sini saja, di daerah Bantul. Hanya memang dibesarkan di sini. Mereka, para peternak itu memang mencari bibit-bibit yang berkualitas. Dua ekor sapi ini adalah dari jenis Belgian Blue, yang memang bisa menghasilkan sapi yang besar, berkualitas, dan insyaallah nanti akan menghasilkan daging yang maksimum. (Tahun-tahun sebelumnya) ada 1 ton, tapi hanya 1 ekor. Kalau ini ada 2 ekor. Masing-masing dari satu shohibul kurban. Tidak kolektif," kata Ustaz Rizal menambahkan.

Hingga hari penutupan pendaftaran, panitia telah mendata sebanyak 78 ekor sapi. Masjid Jogokariyan berkomitmen agar keberkahan hewan kurban ini tidak hanya berhenti di lingkup kampung mereka saja, melainkan meluas hingga ke luar daerah, bahkan ke luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Sampai hari ini sudah terkumpul 78 ekor sapi, yang sebagian besar harapannya itu nanti akan disembelih di Masjid Jogokariyan, kemudian didistribusikan ke warga. Juga untuk surat-surat permohonan yang masuk dari berbagai daerah, sekitar 70 surat nanti yang kita kabulkan, dan masing-masing surat itu akan mendapatkan sekitar 25 sampai 30 bungkus, di mana per bungkusnya rata-rata 1,2 kilo. Jadi, masing-masing surat itu setidaknya mendapatkan lebih dari 35 kilo. Kalau ditotal, yang keluar itu bisa sampai 10 ekor sapi. Kemudian 2 ekor lagi nanti akan disembelih di lokasi bakti sosial yang diadakan oleh adik-adik Remaja Masjid Jogokariyan, dan InsyaAllah nanti mengambil lokasi di daerah Dlingo, Bantul. Itu nanti juga akan didistribusikan di daerah sana, di tempat-tempat di mana banyak warganya yang masih membutuhkan dan hewan kurbannya masih sedikit," papar Ustaz Rizal secara rinci.

Inovasi Olahan Pangan

Strategi distribusi jarak jauh ini juga didukung oleh inovasi pengolahan pangan. Jika terjadi penumpukan sisa daging segar pada hari penyembelihan atau hari tasyrik, Masjid Jogokariyan siap mengolahnya menjadi produk makanan jadi yang tahan lama.

"Ya, ada yang keluar DIY. Nanti kita juga ketika mungkin terjadi penumpukan sisa daging, kita olah menjadi olahan yang awet, misalnya seperti abon, kornet, dan sebagainya. Pendistribusiannya tidak harus pada hari H atau hari tasyrik. Nanti kita bisa salurkan dalam bentuk olahan yang sudah awet, jadi aman, bisa bertahan sampai 1 bulan, 2 bulan, bahkan lebih dari itu. Dan itu nanti untuk program-program sosial, seperti halnya sekarang itu ada program penguatan dakwah pedesaan. Nanti akan kita adakan pengajian-pengajian dan juga pembagian sembako, ditambah dengan daging sapi olahan itu sebagai tambahan lauk," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved