Iduladha 2026
Kemeriahan Parade Sapi Jumbo di Jogokariyan, Warga Antusias Saksikan Sapi Berbobot 1,1 Ton
Sapi-sapi bertubuh padat yang beratnya mendekati angka 1.100 kilogram ini berjalan di tengah kerumunan, menjadi tontonan persiapan Iduladha
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Masjid Jogokariyan menginisiasi Parade Sapi Jumbo seberat hampir 1,1 ton menyusuri jalanan kampung sebagai bentuk syiar religius dan peristiwa budaya.
- Panitia masjid mengelola pendaftaran kurban secara profesional melalui berbagai skema iuran, serta menerima dua ekor sapi kurban jenis Belgian Blue seberat 1,15 ton dari pengusaha Jakarta.
- Daging dari total 78 ekor sapi yang terkumpul akan didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk diolah menjadi makanan awet seperti abon dan kornet
TRIBUNJOGJA.COM - Bunyi tapak kaki yang berat terdengar beraturan di atas aspal kawasan Jalan Jogokaryan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2026) siang. Tepat pukul 12.30 WIB, dua sapi dengan tinggi punggung melebihi dada orang dewasa berjalan beriringan dari arah Hotel Jogokariyan.
Sapi-sapi bertubuh padat yang beratnya mendekati angka 1.100 kilogram ini berjalan di tengah kerumunan, menjadi tontonan sekaligus wujud perayaan Idul Adha ala masyarakat setempat.
Inisiatif Masjid Jogokariyan
Agenda yang bertajuk Parade Sapi Jumbo ini diinisiasi oleh Masjid Jogokariyan, sebuah institusi keagamaan yang sejak tahun 1966 dikenal lekat dengan berbagai program sosial kemasyarakatan yang inklusif di Yogyakarta.
Tahun ini, ketimbang mengangkut hewan kurban secara senyap menggunakan kendaraan bak terbuka, panitia memilih mengaraknya menyusuri jalanan kampung.
Tak tanggung-tanggung, sapi-sapi yang diturunkan dalam parade ini merupakan hewan pilihan dengan bobot fantastis, berkisar antara 900 kilogram hingga 1,1 ton per ekor.
Sinar matahari siang yang terik tidak menyurutkan antusiasme ratusan warga yang telah berbaris rapi di tepi jalan. Dari anak-anak hingga lansia, mereka tampak antusias mengabadikan momen langka tersebut menggunakan gawai masing-masing.
Ada rasa takjub yang campur aduk dengan sedikit ngeri ketika menyaksikan langsung hewan dengan ukuran masif tersebut melintas begitu dekat dari jarak berdiri.
Syiar jadi peristiwa budaya
Di kalangan masyarakat, Masjid Jogokariyan memang kerap dipuji karena kemampuannya mengemas syiar religius menjadi peristiwa kebudayaan yang mengakar. Melalui parade ini, momentum menjelang hari raya kurban tidak lagi dipandang sebagai ritus yang eksklusif, melainkan sebuah ruang komunal di mana semua lapisan masyarakat bisa ikut merayakan kegembiraan bersama.
Kehadiran hewan-hewan dengan kualitas terbaik ini juga menjadi simbol totalitas warga dalam menjalankan ibadah.
Iring-iringan yang menempuh rute dari Hotel Jogokariyan tersebut akhirnya menyentuh garis akhir di pelataran Masjid Jogokariyan tepat setelah jamaah menyelesaikan salat Dzuhur. Di lokasi finish, panitia kurban langsung bersiap menyambut dan menempatkan sapi-sapi jumbo tersebut di area kandang yang layak untuk mendapatkan perawatan terbaik sebelum hari penyembelihan.
Manajemen Kurban yang Profesional dan Inklusif
Ketua 2 Takmir Masjid Jogokariyan, Syubbani Rizali Noor atau yang akrab disapa Ustaz Rizal menjelaskan bahwa keterbukaan dan kepastian kualitas menjadi kunci utama kepercayaan jamaah yang berkurban di masjid ini.
"Kita membuka pendaftaran kira-kira sebulan yang lalu supaya memberikan kesempatan yang luas kepada para shohibul kurban untuk mendaftarkan hewan kurban dan kepercayaan mereka berkurban di sini. Keputusan kita, tutup pendaftaran sampai hari ini. Untuk kolektif lembu (sapi), itu memang dari panitia yang mencarikan. Mencari sapi-sapi kurban dari iuran warga yang masing-masing sapi itu berasal dari 7 orang. Kemudian kita mencari sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan, dan kita mencoba mencari di tempat-tempat yang memang terjangkau dan harganya bisa kompetitif. Kami memastikan menghasilkan sapi-sapi yang berkualitas, sehat, sesuai dengan syariat umurnya, dan kemudian juga bisa menghasilkan daging yang maksimal," ujar Ustaz Rizal.
Guna memfasilitasi kemampuan ekonomi warga yang beragam, panitia menyediakan tiga skema kelompok iuran kolektif reguler per orang. Pilihan tersebut terdiri atas kelompok pertama dengan nilai iuran sebesar Rp3.650.000 per orang, kelompok kedua senilai Rp5.500.000 per orang, serta kelompok ketiga dengan nominal Rp10.000.000 per orang.
Sementara itu, untuk hewan kurban berupa kambing, panitia menerapkan sistem yang lebih fleksibel. Warga tidak perlu mendaftar jauh-jauh hari dan bisa langsung menyerahkan hewan kurban mereka ke lokasi pendaftaran di sebelah timur masjid hingga malam atau menjelang hari penyembelihan.
Tahun ini, Masjid Jogokariyan mencatatkan rekor baru dalam hal ukuran hewan kurban yang diterima. Terdapat dua ekor sapi istimewa berukuran super jumbo yang langsung menyita perhatian warga dalam parade. Sapi tersebut merupakan kurban individual (non-kolektif) dari pengusaha asal Jakarta yang memiliki keterikatan dengan wilayah Yogyakarta.
"Yang baru datang ini ada 2 ekor sapi, merupakan sumbangan dari salah seorang pengusaha yang ada di Jakarta, yang masing-masing beratnya 1 ton 150 kilogram per sapinya. Sapi daerah di sini saja, di daerah Bantul. Hanya memang dibesarkan di sini. Mereka, para peternak itu memang mencari bibit-bibit yang berkualitas. Dua ekor sapi ini adalah dari jenis Belgian Blue, yang memang bisa menghasilkan sapi yang besar, berkualitas, dan insyaallah nanti akan menghasilkan daging yang maksimum. (Tahun-tahun sebelumnya) ada 1 ton, tapi hanya 1 ekor. Kalau ini ada 2 ekor. Masing-masing dari satu shohibul kurban. Tidak kolektif," kata Ustaz Rizal menambahkan.
Hingga hari penutupan pendaftaran, panitia telah mendata sebanyak 78 ekor sapi. Masjid Jogokariyan berkomitmen agar keberkahan hewan kurban ini tidak hanya berhenti di lingkup kampung mereka saja, melainkan meluas hingga ke luar daerah, bahkan ke luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Sampai hari ini sudah terkumpul 78 ekor sapi, yang sebagian besar harapannya itu nanti akan disembelih di Masjid Jogokariyan, kemudian didistribusikan ke warga. Juga untuk surat-surat permohonan yang masuk dari berbagai daerah, sekitar 70 surat nanti yang kita kabulkan, dan masing-masing surat itu akan mendapatkan sekitar 25 sampai 30 bungkus, di mana per bungkusnya rata-rata 1,2 kilo. Jadi, masing-masing surat itu setidaknya mendapatkan lebih dari 35 kilo. Kalau ditotal, yang keluar itu bisa sampai 10 ekor sapi. Kemudian 2 ekor lagi nanti akan disembelih di lokasi bakti sosial yang diadakan oleh adik-adik Remaja Masjid Jogokariyan, dan InsyaAllah nanti mengambil lokasi di daerah Dlingo, Bantul. Itu nanti juga akan didistribusikan di daerah sana, di tempat-tempat di mana banyak warganya yang masih membutuhkan dan hewan kurbannya masih sedikit," papar Ustaz Rizal secara rinci.
Inovasi Olahan Pangan
Strategi distribusi jarak jauh ini juga didukung oleh inovasi pengolahan pangan. Jika terjadi penumpukan sisa daging segar pada hari penyembelihan atau hari tasyrik, Masjid Jogokariyan siap mengolahnya menjadi produk makanan jadi yang tahan lama.
"Ya, ada yang keluar DIY. Nanti kita juga ketika mungkin terjadi penumpukan sisa daging, kita olah menjadi olahan yang awet, misalnya seperti abon, kornet, dan sebagainya. Pendistribusiannya tidak harus pada hari H atau hari tasyrik. Nanti kita bisa salurkan dalam bentuk olahan yang sudah awet, jadi aman, bisa bertahan sampai 1 bulan, 2 bulan, bahkan lebih dari itu. Dan itu nanti untuk program-program sosial, seperti halnya sekarang itu ada program penguatan dakwah pedesaan. Nanti akan kita adakan pengajian-pengajian dan juga pembagian sembako, ditambah dengan daging sapi olahan itu sebagai tambahan lauk," pungkasnya.
| Jelang Iduladha, Pemkot Yogya Periksa Kesehatan Ribuan Hewan Kurban di Pasar Tiban |
|
|---|
| Sapi PO Hampir Satu Ton Milik Warga Dompyongan Klaten Dibeli Presiden Prabowo, Ini Ceritanya |
|
|---|
| Jelang Iduladha, 50 Juru Sembelih di Magelang Ikuti Pelatihan Penyembelihan Halal |
|
|---|
| Mengenal Sontrot, Sapi Berbobot 1,50 Ton Dipilih Jadi Kurban Presiden Prabowo |
|
|---|
| Sembilan Sapi di Bantul Diajukan untuk Kurban Presiden Prabowo, Bobot Minimal Satu Ton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kemeriahan-Parade-Sapi-Jumbo-di-Jogokariyan-Warga-Antusias-Saksikan-Sapi-Berbobot-11-Ton.jpg)