Bukan Soal Jasa Kencan, Pengeroyokan Viral di Jogja Ternyata Dipicu Rebutan Setir Saat Mabuk
cekcok yang berujung penganiayaan tersebut dipicu oleh kepedulian dua rekan yang terpengaruh alkohol.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Polresta Yogyakarta menegaskan video viral pria dikeroyok akibat tak bayar jasa kencan di Jalan HOS Cokroaminoto adalah hoaks; tidak ada bukti terkait hal itu.
- Korban S bersama rekannya, IPA dan IBS, mabuk bersama di kos dan tempat karaoke sejak Jumat malam (15/5/2026) hingga Sabtu dini hari.
- Penganiayaan terjadi karena korban meminta bertukar posisi menyetir demi keamanan sebab IPA mabuk saat memboncengnya, namun ditolak hingga berujung pengeroyokan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jagat maya Yogyakarta sempat dihebohkan oleh rumor liar tentang seorang pria yang babak belur dikeroyok akibat tak mampu membayar jasa kencan di Jalan HOS Cokroaminoto, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Namun, penyelidikan polisi justru mengungkap fakta yang jauh berbeda dari narasi viral tersebut.
Sebab, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, cekcok yang berujung penganiayaan tersebut dipicu oleh kepedulian dua rekan yang terpengaruh alkohol.
Dikutip dari Kompas.com, PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan dua orang yang terlibat cekcok yang berujung penganiayaan saling kenal.
Keduanya merupakan rekan.
Kejadian itu bermula pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2026 sekira jam 21.00 WIB, korban berinisial S mendatangi tempat kos IPA di daerah Gambiran Umbulharjo Yogyakarta.
Di kos IPA tersebut korban S diajak oleh IPA dan IBS minum minuman beralkohol.
Dalam kondisi mabuk, ketiganya kemudian melanjutkan pesta miras di salah satu tempat karaoke di Pasar Kembang.
“Di tempat karaoke tersebut, IPA dan IBS kembali mengajak korban minum-minuman beralkohol,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (16/5/2026).
Kemudian korban, IPA dan IBS pulang menggunakan sepeda motor.
Posisi korban dibonceng oleh IPA. Dalam perjalanan pulang saat melewati jalan Hos Cokroaminoto Tegalrejo Yogyakarta, korban meminta kepada IPA untuk mengendari sepeda motor tersebut.
“Kemudian IPA menghentikan sepeda motornya dan kemudian terjadi percekcokan antara korban dan IPA, kemudian korban dianiaya oleh IPA dan IBS,” ujarnya.
Baca juga: Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih Nasional, Bantul Kejar Target Operasional Agustus
Dani memastikan penganiayaan itu bukan dipicu oleh korban tak mampu bayar jasa kencan seperti yang beredar di media sosial.
“Hasil Pemeriksaan sampai saat ini tidak ada keterangan dari korban dan saksi yg menyampaikan hal tersebut,” kata dia.
| Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Pelajar Ilham di Bantul Ungkap Aksi Sadis dan Peran Para Pelaku |
|
|---|
| Viral Anggota DPRD Jember Terciduk Main Game dan Merokok Saat Rapat, Ini Sosoknya |
|
|---|
| Terungkap Peran 8 Tersangka dan Rentetan Penyiksaan terhadap Pelajar Ilham, Polisi Janji Usut Tuntas |
|
|---|
| Penganiayaan Brutal Ilham Dwi Saputra Direkonstruksi, Situasi Mencekam |
|
|---|
| Calon Istrinya Dilecehkan Rekan Kerja, Pemuda di Magelang Kalap Pukuli Teman Sekantor hingga Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-anak.jpg)