Imbas Dexlite Meroket, Bus Sekolah Gunungkidul Tak Lagi Layani Jemputan Pulang
Pemkab Gunungkidul memutuskan untuk membatasi operasional Bus Sekolah gara-gara melonjaknya harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pemkab Gunungkidul meniadakan layanan penjemputan pulang sekolah pada enam rute utama; hanya rute Semin-Wonosari yang tetap beroperasi penuh.
- Dinas Perhubungan menyebut alokasi anggaran Rp392 juta per unit tidak mencukupi hingga akhir tahun, sehingga pengurangan jam operasional menjadi langkah darurat demi efisiensi biaya.
- Wakil Ketua DPRD Gunungkidul mendesak pemerintah daerah segera menambah anggaran agar layanan kembali normal, mengingat pentingnya bus sekolah sebagai pelayanan publik.
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ratusan siswa yang selama ini memanfaatkan layanan Bus Sekolah di wilayah Gunungkidul dipastikan tidak bisa menikmati transportasi gratis yang disediakan oleh pemerintah secara full.
Sebab, Pemkab Gunungkidul memutuskan untuk membatasi operasional Bus Sekolah gara-gara melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite.
Bus Sekolah di Gunungkidul selama ini melayani tujuh rute, yakni Ponjong-Wonosari, Semanu-Wonosari, Sokoliman-Wonosari, Tanjungsari-Wonosari, Gedangsari-Wonosari, Nglipar-Wonosari serta Semin-Wonosari.
Sebelum harga BBM nonsubsidi naik, Bus Sekolah tersebut melayani angkutan antar jemput.
Bus beroperasi saat pagi hari untuk melayani para siswa yang akan berangkat sekolah.
Kemudian pada siang hari, bus akan kembali beroperasi untuk melayani para siswa yang pulang sekolah.
Namun karena harga BBM nonsubsidi melonjak dratis dari sebelumnya Rp 14.200 menjadi Rp 26.000 per liter, operasional Bus Sekolah pun ikut terdampak.
Saat ini Dinas Perhubungan Gunungkidul hanya mengoperasionalkan Bus Sekolah pada pagi hari saja atau untuk pengantaran siswa saja.
Sementara untuk operasional bus pengantaran pulang sekolah, ditiadakan.
Adapun rute yang layanan pengantaran pulang sekolah ditiadakan di antaranya Ponjong-Wonosari, Semanu-Wonosari, Sokoliman-Wonosari, Tanjungsari-Wonosari, Gedangsari-Wonosari, Nglipar-Wonosari
"Yang masih operasional penuh hanya bus sekolah rute Semin-Wonosari," kata Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto dikutip dari Kompas.com.
Sigit mengakui kenaikan harga Dexlite membuat beban operasional Bus Sekolah melonjak.
Bahkan kenaikan Dexlite ini tidak hanya sekali terjadi.
"April naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600. Kemudian pada awal Mei naik menjadi Rp 26.000 per liter,"jelasnya.
Sigit menjelaskan, saat harga Dexlite naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 yang lalu, pihaknya sudah melakukan kajian.
Hasilnya, operasional Bus sekolah saat itu diperkirakan hanya mampu bertahan hingga akhir Juni saja.
Namun harga Dexlite kembali mengalami kenaikan sehingga pihaknya langsung melakukan kajian kembali hingga akhirnya diputuskan untuk mengurangi operasional Bus Sekolah.
Adapun alokasi anggaran yang disediakan oleh Pemkab Gunungkidul untuk satu unit Bus Sekolah menurut Sigit sebesar Rp 392 juta per tahun.
Anggaran itu digunakan untuk pembelian BBM, pemeliharaan hingga pajak kendaraan.
"Kami belum menghitung anggaran kenaikan saat ini, dan yang pasti tidak bisa sampai akhir tahun," kata Sigit.
Adapun sejak kenaikan harga BBM nonsubsidi hingga saat ini, belum ada kebijakan penambahan anggaran operasional.
Mau tidak mau pihaknya harus melakukan perubahan operasional Bus Sekolah dengan meniadakan operasional penjemputan kepulangan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, kenaikan harga BBM non-subsidi berpengaruh terhadap operasional bus sekolah.
Hingga saat ini, belum ada kepastian sehingga ada kebijakan mengurangi jam operasi bus sekolah.
Selain kebijakan penambahan anggaran, pihaknya melakukan kajian agar bus sekolah bisa menggunakan BBM non-subsidi. Sebab, layanan bus sekolah bisa mengurangi kecelakaan pelajar.
"Yang sedang diperjuangkan, tapi kami tetap mengedepankan serta mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku," kata dia.
Baca juga: Nasib Bus Sekolah Gunungkidul di Tengah Kenaikan BBM, Dishub Hitung Ulang Anggaran Agar Tetap Jalan
Harus Beroperasi Seperti Biasa
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan bahwa Bus Sekolah merupakan layanan publik yang berdampak langsung kepada anak-anak sekolah.
Jika layanan ini tidak bisa dioperasionalkan seperti biasa karena terkendala kenaikan harga BBM nonsubsidi, maka anak-anak sekolah yang selama ini menggunakan layanan Bus Sekolah akan terdampak.
Untuk itu dewan mendesak agar operasional Bus Sekolah tetap seperti biasa, melayani penjemputan pagi hari dan siang hari di semua rute.
" Karena ini pelayanan publik dan sangat berdampak langsung kepada anak-anak kita, maka operasional harus seperti biasa, anggaran harus disiapkan oleh pemerintah daerah,"katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (13/5/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut mengaku akan segera menindaklanjuti persoalan itu supaya operasional Bus Sekolah tidak terdampak kenaikan harga BBM nonsubidi.
" Barusan saya sudah komunikasikan dengan Pak Sekda untuk segera ditindaklanjuti,"pungkasnya. (*)
Rute Bus Sekolah yang Ditiadakan saat Jam Pulang:
- Ponjong – Wonosari
- Semanu – Wonosari
- Sokoliman – Wonosari
- Tanjungsari – Wonosari
- Gedangsari – Wonosari
- Nglipar – Wonosari
Catatan Penting: Hanya rute Semin – Wonosari yang saat ini masih beroperasi secara penuh (melayani keberangkatan pagi dan kepulangan siang). Rute lainnya hanya melayani keberangkatan pagi saja.
Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| JOGJA HARI INI : Setelah Dimandikan Anak Minta Diikat |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026 |
|
|---|
| Sederet Luka Jiwa Balita Korban Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026 |
|
|---|
| Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi: 15 Kali Guguran Lava Pijar Meluncur dalam 6 Jam Terakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Nasib-Bus-Sekolah-Gunungkidul-di-Tengah-Kenaikan-BBM-Dishub-Hitung-Ulang-Anggaran-Agar-Tetap-Jalan.jpg)