Belum Ada Kesepakatan Tender, Proyek PSEL DIY Mundur ke Batch Kedua
Rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di DIY dipastikan mundur dari jadwal semula.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik DIY bergeser dari tahap pertama ke tahap kedua akibat gagal mencapai kesepakatan negosiasi tender.
- DIY kini bergabung dengan enam wilayah lain untuk lelang ulang. Pembangunan fisik di lahan eks TPA Piyungan diperkirakan memakan waktu 18 bulan dengan target beroperasi 2028.
- Selama menunggu PSEL, Pemda DIY mewajibkan kabupaten/kota mengoptimalkan desentralisasi pengolahan sampah di TPST masing-masing, mengingat TPA Piyungan sudah ditutup total.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan mundur dari jadwal semula.
Fasilitas pengolahan sampah yang sedianya masuk dalam prioritas pembangunan tahap pertama (batch 1) tersebut, kini harus dialihkan ke tahap kedua (batch 2) karena tenggat waktu negosiasi tender terlewati tanpa adanya kesepakatan dengan pihak rekanan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengonfirmasi pergeseran status proyek tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah memutuskan untuk memasukkan DIY ke dalam rombongan tahap kedua bersama enam wilayah lainnya di Indonesia.
"Jadi kalau untuk khusus Jogja ya, kemarin diinfokan bahwa untuk yang tadinya Jogja ini masuk di batch pertama, karena kemarin sampai batas waktunya di akhir April belum ada kesepakatan negosiasi, kemudian ini diikutkan lagi ke batch kedua. Karena belum ada kesepakatan dan akhirnya ada batas waktunya, kemudian dimasukkan ke batch kedua," ungkap Kusno, Sabtu (9/5/2026).
Kusno menegaskan bahwa kebuntuan kesepakatan tersebut terjadi pada tingkat pemerintah pusat yang mengurus jalannya pelelangan, bukan di tingkat Pemerintah Daerah (Pemda).
Akibatnya, DIY menjadi satu-satunya wilayah dari batch pertama yang gagal melaju.
Sebelumnya, batch pertama WtE (Waste to Energy) ini menargetkan groundbreaking serentak pada Juni 2026 di wilayah aglomerasi utama seperti Kota Bekasi, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya, yang tendernya dikelola oleh Danantara.
Baca juga: DLH Kota Yogyakarta Tambah 9 Trash Barrier Tahun Ini, Targetkan Sungai Bersih dari Sampah Kiriman
Kini, DIY akan tergabung dalam batch kedua.
"Ada tujuh termasuk DIY. Batch kedua ini bersama Lampung, Jateng, Jabar, Jatim, Sumatera, dan Banten, termasuk DIY. Kabarnya mau dilelangkan minggu depan. Minggu depannya kapan kami belum tahu, tapi secepatnya itu," papar Kusno.
Meski lelang batch kedua dijadwalkan dalam waktu dekat, Kusno mengingatkan bahwa proses menuju pembangunan fisik masih sangat panjang.
Fasilitas insinerator bersuhu tinggi yang disiapkan memproses 1.000 ton sampah per hari di lahan eks TPA Piyungan seluas 5,7 hektare tersebut tidak akan serta-merta langsung dibangun pasca-pengumuman pemenang lelang.
"Setelah lelang, kemudian kan nanti diketahui pemenangnya. Nah, baru nanti ada proses-proses berlanjut. Proses pemberkasan, kemudian penyiapan-penyiapan yang ada di daerah. Ini ada lahan dan sebagainya. Itu masih ada tahapan-tahapan panjangnya. Belum, belum langsung. Masih ada tahapan-tahapan yang perlu dipersiapkan. Mudah-mudahan 2028 (dapat beroperasi)," jelasnya menegaskan target operasional jangka panjang proyek yang memakan waktu pembangunan sekitar 18 bulan tersebut.
Mundurnya proyek PSEL ke batch kedua memaksa Pemda DIY untuk memperkuat skema desentralisasi pengolahan sampah di masing-masing kabupaten dan kota selama masa transisi hingga 2028.
| DLH Kota Yogyakarta Tambah 9 Trash Barrier Tahun Ini, Targetkan Sungai Bersih dari Sampah Kiriman |
|
|---|
| Eko Suwanto Sebut BKK Danais Rp41 Miliar untuk Kota Yogyakarta, Atasi Stunting dan Sampah |
|
|---|
| Milenial Ngargosoko Sulap Sedekah Sampah Jadi Berkah, Bantu Anak Yatim |
|
|---|
| Pemkab Bantul Terapkan Jadwal Angkut Sampah Organik dan Anorganik |
|
|---|
| UAJY Hadirkan Solusi Nyata di Muja Muju dengan Inovasi Sampah Berbasis Komunitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Belum-Ada-Kesepakatan-Tender-Proyek-PSEL-DIY-Mundur-ke-Batch-Kedua.jpg)