Iduladha 2026
Perputaran Uang Bisa Tembus Miliaran Rupiah, Pasar Hewan Ambarketawang Menggeliat Jelang Iduladha
Perputaran uang transaksi di pasar hewan Ambarketawang ini diprediksi mencapai angka Rp 1 miliar hingga Rp1,5 miliar dalam satu hari pasar
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Perputaran uang di Pasar Hewan Ambarketawang diprediksi mencapai Rp1–1,5 miliar per hari menjelang Iduladha.
- Kapasitas pasar mampu menampung 600–800 sapi, dengan puncak masuk sekitar 400 ekor.
- Harga sapi naik Rp1–2 juta per ekor karena stok terbatas, sementara harga kambing justru turun hingga Rp1 juta.
- Pengelola pasar memperketat kesehatan ternak dengan dokter hewan dan disinfektan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Denyut ekonomi di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman mulai menggeliat seiring peningkatan jumlah pembeli dan pedagang mendekati hari raya Iduladha 2026.
Meski kondisi pasar belum sepenuhnya stabil, nilai perputaran uang transaksi di pasar hewan terbesar di Bumi Sembada ini diprediksi bisa mencapai angka Rp 1 miliar hingga Rp1,5 miliar dalam satu hari pasaran.
Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan RPH Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan (DP3) Sleman, Yuda Andi Nugroho, mengatakan perputaran uang tersebut dihitung dari rata-rata penjualan ternak yang masuk.
Kapasitas tampung pasar
Menurut dia, kapasitas pasar saat ini mampu menampung 600 hingga 800 ekor sapi, dengan jumlah ternak masuk mencapai 300 ekor dan diprediksi puncaknya bisa di angka 400 ekor menjelang hari raya. Total transaksinya bisa mencapai 30-40 persen dari ternak masuk atau setara 50-100 ekor ternak yang laku terjual.
"Harganya berbagai macam. Ada yang Rp23 sampai Rp 40 jutaan. Kalau sapi pedet ya Rp 10-20 jutaan. Jika satu pasaran laku 50 ekor dengan rata-rata (harganya) Rp 20an juta, mungkin (transaksinya) Rp 1-1,5 miliar. Itu uang pedagang yang berputar di pasar," kata Yuda, Selasa (5/5/2026).
Harga naik karena stok terbatas
Tingginya perputaran uang ini juga dipicu oleh kenaikan harga sapi yang rata-rata berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibanding tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh stok yang masih kurang di tengah tingginya permintaan. Saat ini, harga sapi kurban jenis Limousin, Simmental, maupun PO (Peranakan Ongole) dibanderol mulai dari Rp23 juta hingga Rp40 juta per ekor. Tergantung bobot dan kondisi sapi.
Di Pasar Hewan Ambarketawang, bukan melayani kebutuhan kurban. Yuda menjelaskan adanya segmentasi pembeli yang unik, di mana pembeli dari luar daerah seperti Banjarnegara biasanya banyak memburu sapi pedet untuk dibesarkan kembali. Sementara itu, untuk sapi siap kurban pembeli justru didominasi oleh takmir masjid dan pembeli lokal.
Menurut Yuda, volume transaksi diperkirakan akan terus meningkat hingga 20 persen mendekati hari raya. Bahkan, transaksi semakin tinggi justru terjadi sesudah Iduladha, saat para peternak mulai mencari bakalan sapi untuk persiapan kurban tahun depan. Saat ini, pengelola pasar telah memperketat aspek kesehatan hewan untuk menjaga stabilitas ekonomi di pasar tersebut.
"Mulai tahun ini ada dua dokter hewan yang standby di gerbang. Kami juga menyediakan semprotan disinfektan untuk membunuh bakteri yang ada diluar tubuh ternak. Kalau yang di dalam (pasar) kami kerjasama dokter hewan dari Puskeswan Gamping. Mereka keliling di dalam pasar untuk memastikan seluruh ternak dalam kondisi sehat," ujar dia.
Suasana pasar
Pantauan di lokasi, setiap kendaraan bak terbuka yang membawa ternak akan diperiksa di gerbang depan. Mereka juga diwajibkan melewati gerbang disinfektan sebagai sistem biosecurity untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
Di dalam pasar, pembeli dan pedagang ramai. Ratusan ternak diikat menggunakan tali di tempat yang telah disediakan. Beberapa pedagang dan pembeli lalu lalang. Harga sapi merangkak antara Rp 1-2 juta rupiah per ekor.
Harga kambing anjlok
Kondisi berbeda justru terjadi pada komoditas kambing. Salah satu pedagang yang sudah 10 tahun berjualan di pasar tersebut, Gino menyebut harga kambing tahun ini justru anjlok. Kambing yang biasanya dibanderol Rp3,5 juta per ekor, sekarang hanya dikisaran Rp2,5 juta. Artinya turun satu juta rupiah.
"Penyebabnya apa, saya kurang begitu paham. Tapi pembelinya memang jarang," kata Gino. Meski ada penurunan pada sektor kambing, Gino mengakui bahwa secara keseluruhan penjualan sapi saat ini sudah mulai ramai. Ia sendiri mengaku mampu menjual 10 hingga 20 ekor sapi dalam satu bulan menjelang Iduladha.
"Saya nyarinya (ternak jualan) kalau gak di petani ya, di pasar. Dijual kembali di pasar," kata warga Bantul itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perputaran-Uang-Bisa-Tembus-Miliaran-RupiahPasar-Hewan-Ambarketawang-Menggeliat-Jelang-Iduladha.jpg)