Warga Penen Pakem Demo Keberadaan Tower BTS, Ini Tuntutan dan Alasannya
Puluhan warga RT 03/RW 24 Penen, Harjobinangun, Pakem Sleman unjuk rasa menolak menara telekomunikasi BTS
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Warga RT 03/RW 24 Padukuhan Penen, Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan menara telekomunikasi BTS di lingkungan mereka.
- Tuntutan warga, tower yang telah berdiri selama 10 tahun itu segera dibongkar seiring masa kontrak yang akan berakhir pada pertengahan Mei ini.
- Perwakilan warga Penen, Suratman menyampaikan, penolakan warga atas keberadaan tower ini bukan tanpa alasan. Warga menolak dengan dasar dampak negatif yang selama ini menghantui warga.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan warga RT 03/RW 24 Padukuhan Penen, Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) di lingkungan mereka.
Warga menuntut supaya tower yang telah berdiri selama 10 tahun itu segera dibongkar seiring masa kontrak yang akan berakhir pada pertengahan Mei ini.
Perwakilan warga Penen, Suratman menyampaikan, penolakan warga atas keberadaan tower ini bukan tanpa alasan. Warga menolak dengan dasar dampak negatif yang selama ini menghantui warga.
Menurut dia, keberadaan menara telekomunikasi yang berdiri di lingkungan pemukiman dapat memicu radiasi tinggi dan sering mengundang sambaran petir yang merusak bangunan hingga alat-alat elektronik warga.
"Kami menuntut tower yang ada di lingkungan RT 03, Penen, harap dicabut dan tidak ada lagi," kata Suratman, disela aksi unjuk rasa, Jumat (1/5/2026).
Aksi unjuk rasa warga Penen ini digelar di jalan kampung, tepatnya di depan lokasi menara tersebut berdiri.
Mereka datang membawa beragam spanduk yang berisi tuntutan menolak perpanjangan menara telekomunikasi.
Sebagian massa aksi juga mengikat kepada dengan kain putih dan membawa bendera merah putih.
Aksi damai ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, orasi dan diakhiri doa. Segenap aparat kepolisian berjaga, mengamankan aksi.
Warga ingin tower dibongkar
Warga menginginkan tower tersebut segera dibongkar. Sebab, kata Suratman, warga telah merasakan banyak dampak negatif. Misalnya alat elektronik yang tiba-tiba rusak.
Kejadian tersebut bukan hanya sekali tetapi sering terjadi mulai dari TV, pompa air, mesin jahit hingga lampu yang njebluk saat ada petir.
Bangunan juga diakui ada yang sampai retak. Selama ini tidak pernah ada ganti rugi dari pihak pengelola tower atas kerugian yang dialami warga.
"Kami minta tidak ada perpanjangan lagi. Itu sudah harga mati. Warga RT 03 tidak menginginkan tower. Tidak boleh diperpanjang, dengan alasan apapun,"tegasnya.
Hal senada disampaikan warga Penen lainnya, Waluyo. Ia menyayangkan sikap pihak pengelola Tower maupun pemilik lahan yang terkesan menutup-nutupi informasi adanya perpanjangan kontrak.
Di atas tanah pribadi
| Strategi Ansyari Lubis di Laga Pamungkas PSS Sleman vs PSIS Semarang |
|
|---|
| Akhir Tragis 3 Remaja Naik KLX dan Ayunkan Celurit di Jalan Godean: Tabrak Tugu Lalu Dibekuk Polisi |
|
|---|
| Demi Promosi ke Super League, Ini Janji Ansyari Lubis Saat PSS Sleman vs PSIS Semarang |
|
|---|
| Kopi Dawuhan dan Arfa Barbershop Gelar Cukur dan Ngopi Gratis untuk Buruh dan Guru |
|
|---|
| Skenario PSS Sleman Promosi ke Super League 2026/2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-Penen-Harjobinangun-Pakem-Sleman-unjuk-rasa-menolak-menara-telekomunikasi.jpg)