Cerita Adhisaka, Wisudawan UMBY yang Tunggangi Sapi saat Acara Wisuda

Bagi pria peraih IPK 3,55 ini, membawa sapi ke area publik adalah ujian keberanian sekaligus ketenangan batin.

Tayang:
Tribun Jogja/dok. Istimewa
MENUNGGA SAPI - Wisudawan Program Studi Peternakan UMBY, Adhisaka Surya Putera Astama, menunggangi sapi jantan di tengah kerumunan di Gedung Grand Pacific, Kamis (30/4/2026). Sapi ini dibawa menggunakan mobil pikap dan baru ditunggangi di area sekitar lokasi wisuda. 

Orangtuanya adalah wirausaha yang sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang ternak.

Namun, semangat 'peternak muda' telah tertanam di dirinya sejak awal kuliah. 

Ia bahkan sudah mulai bekerja di Ibrahim Farm, Banguntapan, Bantul, sesaat setelah menyelesaikan sidang skripsinya.

Sebagai sarjana peternakan (S.Pt.), Adhisaka sangat memperhatikan aspek etika terhadap hewan.

Sapi yang ia tunggangi didatangkan menggunakan mobil pikap untuk memastikan hewan tersebut tidak mengalami kelelahan akibat berjalan jauh.

Hubungan Emosional

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan emosional dengan ternak. 

Sapi tersebut bisa tetap tenang di tengah keramaian parkiran mobil yang padat karena adanya rasa saling percaya.

"Menurut keyakinan saya, sapi itu kan bisa diajak komunikasi. Walaupun tidak bisa membalas dengan ucapan, tapi kalau kita sudah satu perasaan dengan sapi, mereka bisa dikendalikan. Kuncinya ya sering diajak ngobrol, biar ternak itu tahu kalau kita berniat baik, tidak melukai, atau menyakiti mereka," kata Adhisaka.

Ia mengakui proses membangun kedekatan tersebut memakan waktu berbulan-bulan.

"Harus ada proses belajarnya dulu, tidak semua sapi bisa langsung ditunggangi. Sapi yang tadi saya bawa itu memang sudah kulino (terbiasa) dengan saya. Awalnya juga belum jinak, jadi butuh proses agar sapi itu nyaman ditunggangi. Lama, tidak semudah satu atau dua minggu, butuh waktu beberapa bulan."

Aksi Adhisaka diakhiri dengan melayani permintaan foto dari warga dan anak-anak yang antusias melihat sapi di tengah kota.

Ia berharap, keberaniannya ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak ragu terjun langsung ke lapangan dan mempraktikkan ilmu mereka.

"Pesannya, selagi masih kuliah, timbalah ilmu sebanyak mungkin. Belajar teori di kampus yang dibarengi dengan pengalaman praktik langsung itu akan sangat memudahkan kita ke depannya. Dikarenakan kuliah dengan pengalaman itu sangat mudah," pungkas Adhisaka.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved