Angin Kencang Melanda Sleman, 21 Rumah di 3 Kapanewon Rusak
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sleman, Rabu (29/4/2026) petang, mengakibatkan dampak bencana di tiga Kapanewon
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sleman, Rabu (29/4/2026) petang, mengakibatkan dampak bencana, terutama di tiga Kapanewon yakni Ngaglik, Mlati dan Gamping.
- Menurut data, dampak paling signifikan terjadi di sektor perumahan, mengakibatkan 21 rumah warga rusak ringan.
- Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman Bambang Kuntoro, Ngaglik menjadi wilayah dengan kerusakan terbanyak dengan 21 titik yang terpusat di wilayah Sariharjo (12 titik) dan Sinduharjo (9) titik.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu (29/4/2026) petang, mengakibatkan dampak bencana, terutama di tiga Kapanewon yakni Ngaglik, Mlati dan Gamping.
Dampak paling signifikan terjadi di sektor perumahan, di mana berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, imbas cuaca ekstrem mengakibatkan 21 rumah warga rusak ringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, Ngaglik menjadi wilayah dengan kerusakan paling banyak dengan 21 titik yang terpusat di wilayah Sariharjo (12 titik) dan Sinduharjo (9) titik.
Jika ditotal secara keseluruhan terdapat 30 titik kejadian, di mana 21 rumah warga dilaporkan rusak ringan. BPBD Sleman terus melakukan asesmen.
"Untuk perbaikan, kalau ada (rumah) yang rusak berat kami bantu. Kalau rusaknya ringan yang bisa diperbaiki sendiri, ya diperbaiki sendiri," kata Bambang, Kamis (30/4/2026).
Perbaikan rumah rusak akibat bencana di Kabupaten Sleman telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana.
Bantuan diberikan dengan nominal paling banyak sebesar 80 persen dari nilai kerusakan rumah. Regulasi ini juga mengatur kriteria penerima, nilai kerusakan hingga batas maksimal bantuan yang bisa diberikan.
Hujan disertai angin kencang juga menyebabkan 3 titik kejadian di Gamping dan 6 titik di Kapanewon Mlati. Total ada 8 pohon tumbang, kerusakan pada 2 jaringan listrik, 1 fasilitas umum, 1 fasilitas pendidikan, kandang, tempat usaha hingga 2 sepeda motor.
"Data ini masih bersifat sementara, tim masih melakukan pendataan di lapangan. Jika ada update, nanti diinfo," kata Bambang. Tim BPBD Kabupaten Sleman pasca kejadian sudah diturunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Bantuan logistik maupun terpal juga sudah didistribusikan bagi sejumlah korban terdampak.
| SMA GDA Jadi Penyelenggara IB DP, Tonggak Pendidikan Islam Berstandar Internasional |
|
|---|
| Ratusan Petugas Siap Sisir Hewan Kurban di Sleman |
|
|---|
| Hari Jadi ke-110 Sleman, 15 Dalang Berkolaborasi dalam Pagelaran Wayang Kulit |
|
|---|
| Ekosistem Kendaraan Listrik di Yogyakarta Kian Matang, Sleman Jadi Pasar Potensial |
|
|---|
| Kabar Proyek PSEL Piyungan, DLH: Daerah Lain Sudah Dikerjakan, Bantul Kok Belum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rumah-warga-terdampak-hujan-diserahkan-angin-kencang-di-wilayah-Sleman-Rabu-2942026.jpg)