DIY Puncaki Indeks Demokrasi Indonesia 2025, Jaminan Kebebasan Sipil Tembus Skor Sempurna
Kualitas toleransi dan jaminan hak-hak sipil di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali diakui di tingkat nasional dengan capaian yang meyakinkan.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- DIY meraih skor Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025 tertinggi di Indonesia sebesar 89,79, menunjukkan kualitas demokrasi yang sehat dan konsisten.
- Aspek kebebasan sipil dan kesetaraan gender mencatat skor luar biasa, bahkan indikator kebebasan berkeyakinan berhasil mencapai nilai sempurna.
- Transparansi anggaran dan netralitas penyelenggara pemilu dinilai solid, meski kinerja legislatif tetap menjadi fokus penguatan ke depan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ruang-ruang diskusi di sudut-sudut kota Yogyakarta tak pernah sepi dari dialektika warga.
Di balik dinamika sosial dan riuh rendahnya penyampaian aspirasi masyarakat, tersemat sebuah kedewasaan berdemokrasi yang kian matang.
Kebebasan berekspresi yang hidup berdampingan dalam keharmonisan dan gotong royong ini nyatanya bukan sekadar klaim.
Kualitas toleransi dan jaminan hak-hak sipil di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali diakui di tingkat nasional dengan capaian yang meyakinkan.
Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2025, DIY berhasil menempati peringkat pertama nasional dengan perolehan skor tinggi, yakni 89,79.
Capaian ini menegaskan bahwa kualitas demokrasi di DIY tidak hanya unggul, tetapi juga konsisten terjaga dari waktu ke waktu.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto, di Yogyakarta, Rabu (29/4/2026), menyampaikan bahwa tren peningkatan skor IDI DIY ini mencerminkan penguatan praktik demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan demokrasi di DIY tumbuh sehat, melampaui rata-rata nasional, dan terus dijaga bersama oleh seluruh elemen,” ujarnya.
IDI sendiri merupakan instrumen nasional untuk mengukur kualitas demokrasi di tingkat pusat maupun daerah.
Penilaiannya dibedah secara rinci melalui 22 indikator lintas dimensi politik, sosial, dan ekonomi yang mengerucut pada tiga aspek utama: kebebasan, kesetaraan, serta kapasitas lembaga demokrasi.
Berdasarkan rincian data, performa paling mencolok ditunjukkan pada aspek kebebasan dengan raihan skor 91,57.
Baca juga: Calon Ketua DPC PKB DIY Lolos UKK tahap I
Angka ini merepresentasikan kuatnya jaminan kebebasan sipil di DIY, mulai dari kebebasan berpendapat hingga berserikat.
Secara spesifik, indikator kebebasan berkeyakinan dan jaminan dalam kebijakan publik bahkan berhasil mencapai skor sempurna.
Hal ini menjadi bukti empiris bahwa ruang ekspresi masyarakat di DIY terbuka luas, aman, dan terlindungi secara hukum maupun kultural.
Sementara itu, pada aspek kesetaraan, DIY menorehkan skor 89,38. Capaian tinggi ini ditopang oleh indikator kesetaraan gender serta partisipasi masyarakat dalam memengaruhi kebijakan publik yang sama-sama menyentuh nilai maksimal.
Kendati demikian, Pemda DIY mencatat bahwa perluasan akses terhadap informasi publik dan penguatan ekonomi yang merata masih menjadi ruang perbaikan yang harus terus diakselerasi.
Adapun pada aspek kapasitas lembaga demokrasi, DIY mencatat skor 88,52. Kinerja lembaga-lembaga demokrasi di wilayah ini dinilai semakin solid.
Hal ini ditandai dengan tingginya tingkat transparansi anggaran, terjaganya netralitas penyelenggara pemilu, serta memadainya kualitas pelayanan publik.
Meski begitu, penguatan kinerja legislatif tetap menjadi perhatian utama untuk mendorong keseimbangan fungsi kelembagaan.
Secara makro, kualitas demokrasi yang stabil ini berkontribusi langsung pada kohesi sosial masyarakat.
Ruang demokrasi yang sehat memungkinkan warga menyampaikan aspirasinya secara terbuka dan bertanggung jawab, sementara transparansi pemerintah turut mengungkit kepercayaan publik.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat inilah yang menjadi fondasi utama DIY dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.(*)
| Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Bantul Siapkan Pemilih Cerdas Menuju Pemilu 2029 |
|
|---|
| Ngobrol Parlemen: Solidaritas Perempuan Perlu Dibangun Demi Iklim Demokrasi yang Ideal |
|
|---|
| Vonis Tertinggi Aksi Demo Agustus Dijatuhkan di Bandung, LBH Soroti Kemerosotan Demokrasi |
|
|---|
| Vonis Aktivis BEM UNY Perdana Arie, Putusan bagi Demokrasi dan Kebebasan Sipil di Indonesia |
|
|---|
| PR2Media Yogyakarta Soroti Militerisasi dan Privatisasi Kebijakan Media, Indeks Demokrasi Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Demokrasi.jpg)