Progres Sekolah Rakyat di Kulon Progo Lambat, Menko AHY Minta Pembangunan Dipercepat

AHY menyatakan pembangunan SR di Kulon Progo mengalami keterlambatan sekitar 3 sampai 4 persen.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Lendah, Kulon Progo, Jumat (24/04/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Menko AHY meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo, Kulon Progo yang baru mencapai progres 38 persen.
  • Pembangunan mengalami keterlambatan 3–4 persen akibat kurangnya tenaga kerja, dengan target selesai Juni 2026.
  • SR seluas 7,1 hektare akan menampung 1.080 pelajar kurang mampu secara gratis, lengkap dengan asrama dan fasilitas pendidikan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kunjungan ke Kulon Progo pada Jumat (24/04/2026). Ia meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah.

AHY, panggilan akrabnya, masuk ke lokasi proyek pembangunan SR di Gulurejo sekitar pukul 15.11 WIB. Setibanya di lokasi, ia langsung turun menemui Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Haryo Satriyawan.

Keterlambatan

AHY dan rombongan kemudian meninjau proses pembangunan gedung-gedung dalam kompleks SR. Salah satu bangunan yang sudah berdiri cukup tinggi adalah gedung untuk Sekolah Dasar (SD).

AHY menyatakan pembangunan SR di Kulon Progo mengalami keterlambatan sekitar 3 sampai 4 persen. Adapun progresnya saat ini baru 38 persen.

"Pembangunannya perlu didorong dan perlu dipercepat lagi," kata AHY usai peninjauan.

Berdasarkan diskusi dengan pengelola proyek, salah satu kendala dalam pembangunan SR di Lendah adalah kurangnya tenaga kerja. Jumlahnya saat ini belum mencapai batas ideal.

Target selesai Juni 2026

AHY pun menyatakan akan menambah tenaga kerja agar pembangunan bisa selesai sesuai rencana, yaitu Juni 2026. Sebab SR diupayakan bisa beroperasi saat Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli mendatang.

Selain itu, alat berat juga akan dimaksimalkan. Sedangkan untuk material, ia menyatakan tidak ada kendala karena semuanya sudah tersedia di lokasi.

"Kami usahakan pembangunannya bisa selesai sebaik mungkin, optimistis bisa mengejar timeline di Juni nanti," ujar AHY.

SR di Lendah berdiri di lahan seluas 7,1 hektare (ha), dengan total anggaran Rp 214 miliar untuk biaya pembangunan. Saat sudah beroperasi, SR di Lendah akan menampung 1.080 pelajar dari keluarga kurang mampu, terutama dari desil 1 dan 2.

AHY mengatakan ribuan pelajar tersebut bisa bersekolah secara gratis di SR, bahkan disediakan tempat tinggal berupa asrama hingga fasilitas lengkap. Harapannya, program SR bisa membantu memutus rantai kemiskinan di masyarakat lewat pendidikan.

"Semoga SR bisa mencetak anak-anak yang unggul secara prestasi, dan saat lulus dari sini bisa lanjut ke pendidikan lebih tinggi atau terserap ke lapangan kerja," pungkasnya.

Libatkan 840 pekerja 

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Haryo Satriyawan mengatakan bahwa saat ini ada 840 pekerja pembangunan SR. Padahal sesudah Lebaran, jumlahnya sempat menyentuh 930 pekerja.

Berkurangnya pekerja disebut lebih karena adanya dinamika selama proyek berlangsung. Belum lagi ada pekerja yang masuk dan keluar secara silih berganti.

"Makanya kami upayakan agar jumlah pekerja bisa menjadi 925 orang agar target pembangunan bisa tercapai," kata Haryo.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved