Satpol PP Bantul Akan Gencarkan Edukasi Kenakalan Remaja ke Sekolah-sekolah
Upaya preventif menjadi langkah utama untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada anak-anak remaja.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Satpol PP Bantul meningkatkan sosialisasi di sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, miras, dan narkoba.
- Satpol PP menilai pengawasan anak perlu melibatkan Jaga Warga, masyarakat, dan orang tua.
- Polisi telah menangkap dua pelaku penganiayaan Ilham Dwi Saputra dan masih memburu lima pelaku lainnya.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menyikapi kejadian penganiayaan berujung maut yang dialami oleh Ilham Dwi Saputra (16), asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.
"Kasus Ilham itu kan masuknya kenakalan kriminal. Jadi, kami di Satpol PP hanya bisa melakukan pencegahan. Tentu kami punya program. Tahun ini kami masuk di beberapa sekolah baik SMP maupun SMA untuk melakukan sosialisasi," kata Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto, kepada Tribunjogja.com, Kamis (23/4/2026).
Sosialisasi dan edukasi
Dikatakannya, sosialisasi tersebut berupa edukasi antisipasi kenakalan remaja, larangan mengonsumsi miras, larangan penggunaan narkoba, dan sebagainya. Sebab, pengaruh penggunaan media sosial saat ini dinilai luar biasa dan mudah memengaruhi perilaku pada anak-anak.
"Kami sebenarnya juga sudah melakukan patroli, tapi kan enggak bisa dilakukan setiap hari. Personel kita kan terbatas hanya seperti satu atau dua Polsek dan kalau mengampu se-Kabupaten Bantul ya kita enggak mampu," jelas dia.
Maka dari itu, upaya preventif menjadi langkah utama untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada anak-anak remaja. Namun demikian, pihaknya juga berharap Jaga Warga dan orang tua turut terlibat dalam pengawasan anak-anak.
"Kami harapkan nanti peran Jaga Warga ada. Dan sebetulnya Jaga Warga sudah mengingatkan di masing-masing wilayah. Tapi ya namanya kenakalan, sebagaimana kita lakukan antisipasi tetap satu dua terjadi kenakalan," tutur dia.
Pengawasan
Di samping itu, peran orang tua maupun masyarakat diharapkan bisa menjalin kedekatan emosional bersama anak. Pihaknya berharap orang tua juga dapat memberikan pemahaman kepada anak dengan tepat.
"Ya kami harap ini menjadi pelajaran kita semua agar bersama-sama melakukan antisipasi. Jadi pengawasan kepada anak-anak sebisa mungkin diperketat," pesan dia.
Diberitakan sebelumnya, Ilham Dwi Saputra (16), asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, tewas usai dianiaya segerombolan orang.
Korban sebelumnya dijemput oleh temannya menuju salah satu SMA di Kapanewon Bambanglipuro, namun tiba-tiba dibawa ke lokasi pengeroyokan.
Di lokasi kejadian, korban dipukul, disiksa dengan selang, paralon, gunting, bahkan digilas sepeda motor.
Tindak penganiayaan itu terjadi di Lapangan Gadung Mlaten, Banyu Urip, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kejadian itu diketahui kakak kelas korban, sehingga sempat menolong dan membawa korban ke Rumah Sakit Saras Adyatma Bantul.
Untuk mendapat penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit PKU Jogja. Namun, beberapa hari kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.
Dari kejadian itu, polisi telah mengamankan dua pelaku dan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO), serta melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lain.(nei)
| JPW Surati Ketua Komisi III DPR RI, Mohon Dilaksanakan RDPU Kasus Pengeroyokan Ilham Dwi Saputra |
|
|---|
| Bupati Bantul Tanggapi Kasus Tewasnya Ilham: Saya Mengutuk Keras Tindakan Tak Berperikemanusiaan Itu |
|
|---|
| Guru dan Kepala SMAN 1 Bambanglipuro Ungkap Keseharian Sosok Ilham, Siswa Korban Penganiayaan |
|
|---|
| JPW Kecam Pengeroyokan yang Menewaskan Ilham Dwi Saputra, Segera Surati Komisi III |
|
|---|
| Polisi Tahan Dua Pelaku Penganiayaan yang Menewaskan Pelajar Ilham Dwi Saputra, 5 Lainnya DPO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Satpol-PP-Bantul-Akan-Gencarkan-Edukasi-Kenakalan-Remaja-ke-Sekolah-sekolah.jpg)