Ibadah Haji 2026

Dari Bungkus Tempe ke Baitullah, Tabungan 30 Tahun yang Diperkuat Nilai Manfaat

Rupiah demi rupiah Mbah Kasidah terkumpul hingga Rp25 juta. Kemudian digunakan untuk membuka tabungan mendaftar haji pada 2012

Tribun Jogja
NAIK HAJI - Kasidah saat berjualan tempe di Pasar Kalurahan Panjatan, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo. Ia menabung selama 30 tahun dari hasil berjualan tempe dan sapu lidi agar bisa naik Haji. 

Dikutip dari website resmi bpkh.go.id, BPKH telah menyalurkan dana BPIH 2026 sebesar Rp12,92 triliun atau 70,95 persen dari total anggaran Rp18,21 triliun per 8 April 2026. 

Penyaluran dilakukan kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai tindak lanjut permohonan resmi, sekaligus untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah (BPKH)

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyatakan realisasi tersebut menunjukkan kesiapan likuiditas dalam memenuhi kebutuhan penyelenggaraan haji secara tepat waktu.

“Realisasi ini mencerminkan kesiapan likuiditas BPKH. Pengelolaan dilakukan secara hati-hati agar kebutuhan jemaah terpenuhi optimal,” ujarnya.

BPKH mencatat nilai manfaat dana haji tahun ini mencapai Rp6,69 triliun. Dana tersebut digunakan untuk subsidi biaya haji, yakni Rp6,31 triliun untuk kebutuhan di Arab Saudi dan Rp376,8 miliar untuk kebutuhan dalam negeri.

BPKH menargetkan sisa penyaluran dana sebesar Rp5,29 triliun atau 29,05 persen dapat diselesaikan secara bertahap hingga Juli 2026.

Uang Saku

Selain itu, BPKH menyiapkan biaya hidup (living cost) bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026 sebesar SAR (Riyal Saudi) 152.490.000. 

Dana tersebut akan dibagikan kepada 203.320 jemaah haji reguler melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Setiap jemaah akan menerima uang saku sebesar SAR 750 atau sekitar Rp3,3 juta.

Uang saku ini digunakan untuk kebutuhan pribadi jemaah selama di Tanah Suci, seperti konsumsi tambahan, keperluan darurat, hingga pembayaran DAM (denda haji).

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Amri Yusuf, menyatakan penyediaan dana dilakukan sesuai prinsip syariah melalui mekanisme akad sharf atau pertukaran mata uang secara tunai. 

“Nilai pokok diserahterimakan secara tunai, sementara biaya distribusi dibayarkan setelah layanan selesai. Ini bagian dari transparansi pengelolaan dana haji,” ujarnya.

Haji di DIY

Pelaksanaan Embarkasi Haji DIY secara perdana telah dimulai pada Selasa 21 Maret 2026 malam. Pelaksanaan ditandai dengan keberangkatan pertama dari Kloter I berisi 354 jemaah dan 6 petugas haji melalui Yogyakarta International Airport (YIA).

Ratusan jemaah calon haji asal Sleman mulai diberangkatkan dari Serambi Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo, pada Rabu (22/4/2026). Keberangkatan ini menandai dimulainya gelombang perjalanan kloter 1 calon haji asal Bumi Sembada menuju tanah suci melalui Embarkasi Bandara Yogyakarta.
Ratusan jemaah calon haji asal Sleman mulai diberangkatkan dari Serambi Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo, pada Rabu (22/4/2026).

General Manager YIA Kulon Progo, Muhammad Thamrin mengeklaim keberangkatan perdana jemaah haji pada Selasa kemarin berjalan lancar. "Kami bersyukur jemaah haji Kloter I yang seluruhnya dari Kulon Progo telah berangkat ke Tanah Suci dengan lancar," kata Thamrin Rabu (22/04/2026).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved