Optimalkan Pengolahan Sampah, TPST Modalan Bakal Tambah 7 Alat Baru dan Modifikasi Mesin

Nanti yang dilakukan adalah modifikasi mesin dan juga ada penambahan beberapa item mesin baru. Itu untuk menyempurnakan

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho. 

Setidaknya akan ada 14 unit alat yang dilakukan modifikasi dengan existing. Alat pengelolaan sampah yang ada akan ditingkatkan kemampuannya dan dilakukan modifikasi dengan tambahan tujuh unit alat baru, sehingga bisa prima atau kuat mengelola sampah.

"Jadi 14 alat ditambah tujuh alat, total ada 21 alat. Kan sebelumnya sampah organik dan anorganik. Salah satunya adalah desain yang diterima sebelumnya berupa 60 persen organik dan 40 persen anorganik. Tapi yang dibawa ke TPST itu capaiannya 80 persen anorganik," katanya.

Tambah alat pengeringan

Di sisi lain, sampah basah tidak bisa langsung masuk ke pembakaran. Tak heran jika dalam penerapannya, terkadang petugas TPST Modalan melakukan pengeringan sampah berupa penjemuran sekitar dua sampai tiga hari sebelum akhirnya masuk ke mesin pembakaran.

"Di sini kita akan menambahkan alat namanya rotary dryer untuk mempercepat pengeringan sampah organik. Terus yang berbeda sekarang adalah lah salah satu keluarannya berupa Refuse Derived Fuel (RDF)," jelas Putri.

Jika sebelumnya di TPST Modalan hanya memilah sampah organik dan anorganik, maka ke depan hasil pengelolaan sampah tersebut diubah menjadi RDF. Dengan begitu, akan ada off taker RDF yang sudah bekerja sama dengan Pemkab Bantul.

"Jadi, UPT (pengelola sampah) akan mencari potensi yang akan mengambil RDF. Itu kan juga akan menambah pendapatan asli daerah. Karena ada orang yang membeli RDF. RDF itu bisa menjadi bahan bakar misalnya pabrik semen dan sebagainya," urai dia.

Nantinya, selama penambahan alat maupun modifikasi berlangsung, proses pengelolaan sampah di TPST Modalan diharapkan tetap berjalan. Hanya saja, ketika alat lama TPST Modalan mulai disentuh modifikasi, maka akan ada pengaturan jadwal operasional.

"Jadi kita atur lah nanti bagaimana. Kan enggak mungkin sampah berhenti dibawa ke TPST. Nanti kita lihat alat mana yang didahulukan untuk modifikasi, sehingga bisa difungsikan dengan baik," tandas dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved