Kejar Target Oktober 2026, UMKM Kulon Progo Didorong Segera Miliki Sertifikat Halal
Ada sekitar 11.727 UMKM di Kulon Progo yang sudah bersertifikasi halal, dari total 22.350 UMKM menurut data 2025
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Dinperinkop-UKM Kulon Progo mengejar target pemerintah agar seluruh UMKM bersertifikat halal pada Oktober 2026; saat ini capaian baru menyentuh 52,47 persen.
- Pemerintah mendorong skema self-declare melalui program Sehati (Sertifikasi Halal Gratis) untuk UMKM kuliner non-daging guna mempercepat proses.
- Petugas diterjunkan untuk mendampingi pelaku usaha mikro, bekerja sama dengan Kemenag dan Baznas guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan pangsa pasar.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM) terus mengejar capaian sertifikasi halal untuk pelaku UMKM.
Apalagi pemerintah menargetkan seluruh UMKM sudah bersertifikat halal pada Oktober 2026 nanti.
Kepala Dinperinkop-UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati menyampaikan bahwa sudah sekitar 52,47 persen UMKM di wilayahnya yang sudah memiliki sertifikat halal.
"Ada sekitar 11.727 UMKM yang sudah bersertifikasi halal, dari total 22.350 UMKM menurut data 2025," kata Iffah pada Selasa (14/04/2026).
Meski sudah separuhnya, ia menilai capaiannya masih cukup jauh.
Sebab jumlah UMKM terus bertambah dengan pelaku baru, sehingga upaya percepatan sertifikasi halal terus dilakukan.
Menurut Iffah, salah satu upaya yang dilakukan adalah percepatan sertifikasi halal self-declare yang mudah dan cepat.
Self-declare diperuntukkan bagi UMKM kuliner non-daging dan ikan, sedangkan UMKM kuliner daging harus mengikuti proses reguler untuk mendapat sertifikat halal.
"Sebab penyembelihan daging kan harus memenuhi syariat Islam, jadi prosesnya lebih panjang dan ada biayanya," jelasnya.
Iffah mengatakan upaya percepatan terutama menyasar pada pelaku UMKM yang mikro.
Pihaknya terus menyisir pelaku UMKM dan mendorong hingga mendampingi mereka agar mengurus sertifikat halal lewat skema self-declare.
Baca juga: Polsek Kasihan Gerebek Gudang Miras di Jalan Bibis Bantul, 60 Botol Disita
Dinperinkop-UKM Kulon Progo juga sudah memiliki petugas pendamping yang akan membantu proses sertifikasi halal secara self-declare.
Prosesnya melalui program Sehati (Sertifikasi Halal Gratis) dari pemerintah.
"Kami juga terus mengejar target sertifikasi halal dengan dukungan dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)," ujar Iffah.
Upaya sosialisasi juga terus dilakukan oleh Kankemenag Kulon Progo agar seluruh pelaku UMKM memiliki sertifikat halal.
| Syawalan di Tengah Efisiensi, Pelaku UMKM di Kulon Progo Jadi Solusi |
|
|---|
| Pengurus Forum Komunikasi UMKM Kulon Progo Dikukuhkan, Optimalkan Potensi Usaha Lokal |
|
|---|
| Lega Sampai Akhir Tahun, Masyarakat dan Pengusaha Sempat Waswas Harga BBM Naik |
|
|---|
| Pedagang Jajanan di Jogja Sambat Harga Plastik Meroket, Untung Makin Tipis |
|
|---|
| Harga BBM Subsidi Stabil, Pelaku Usaha di Bantul: Lega, Tapi Tetap Harus Jaga-jaga, Berhitung Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kejar-Target-Oktober-2026-UMKM-Kulon-Progo-Didorong-Segera-Miliki-Sertifikat-Halal.jpg)