Penyaluran MBG Bakal Dipangkas Jadi 5 Hari, Sekda DIY Minta Implementasi dan Sasaran Dikoreksi

Agar anggaran MBG yang besar tidak terbuang percuma, pemerintah pusat harus memastikan siapa yang sebenarnya menjadi prioritas masalah gizi.

Tayang:
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
MAKAN BERGIZI GRATIS - Antusiasme siswa SD Negeri Pujokusuman I, Kota Yogyakarta, menyantap sajian makan bergizi gratis, Selasa (7/10/2025) siang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini bersiap menghadapi efisiensi besar-besaran melalui pemangkasan hari operasional dari enam menjadi lima hari sepekan. 

"Menurut kami program tersebut (MBG) pada dasarnya bagus, namun implementasinya yang harus dikoreksi. Program itu untuk siapa? Masalah siapa yang mau diatasi? Jika tujuannya untuk promotif gizi, sasarannya harus tepat. Untuk anak SMA, mungkin masa pertumbuhan gizinya sudah lewat. Justru yang kita khawatirkan adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sasarannya harus tepat," tegas Ni Made.

Selain persoalan sasaran, tata kelola operasional atau manajemen pengolahan menjadi poin krusial yang disorot.

Ni Made menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pelaku ekonomi kecil agar program ini memiliki dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga sekitar.

"Kedua adalah masalah manajemen pengolahan. Ini yang harus dievaluasi dalam sisi pelaksanaannya. Bagaimana keterlibatannya? Apakah tertutup atau terbuka? Bahan bakunya disuplai oleh siapa, perusahaan besar atau UMKM? Intinya programnya bagus, tapi sasarannya harus tepat dan apa yang diberikan juga tepat. Mengenai biaya yang ramai di media sosial, masyarakat bisa menilai sendiri. Kami senang jika ada keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam program ini, karena pasti akan mendapat dukungan yang lebih besar," jelasnya lebih lanjut.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/3/2026)
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/3/2026) (Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho)

Kata Ekonom UGM

Menurut Pengamat Ekonomi UGM, Eddy Junarsin, efisiensi anggaran termasuk dalam MBG memang  perlu dilakukan.

Namun tidak hanya sekadar efisiensi, program juga harus berjalan efektif.

Ia menilai MBG merupakan program yang baik, sebab anak diberi makan sesuai standar gizi.

Namun program baik saja tidak cukup, implementasinya harus baik pula.

Rencana efisiensi MBG menjadi lima hari penyaluran dipandang lebih efektif. Dengan catatan, implementasinya harus diperbaiki.

"MBG lima hari bisa lebih efektif, karena menyesuaikan dengan hari sekolah. Maksudnya (tujuan MBG) sudah benar, tiap anak diberi makan sesuai standar gizi yang tinggi. Implementasinya itu yang perlu diperbaiki," katanya, Kamis (26/3/2026).

Perbaikan Implementasi 

Eddy menyebut perbaikan implementasi MBG sangat diperlukan, mengingat MBG merupakan kebijakan yang berguna untuk jangka panjang.

"Kalau (MBG) diterapkan dengan baik, pasti efisiensi akan tercipta," sambungnya.

Agar MBG lebih efektif, ia memandang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang paling tepat untuk menangani.

Kemudian secara teknis MBG dikelola oleh tiap sekolah.

"Sebaiknya MBG itu ditangani oleh Kementerian Pendidikan, dan secara teknis ditangani oleh tiap sekolah. Keefektifan dan efisiensinya dapat meningkat pesat," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved