Strategi Pemkot Yogya Atasi Lonjakan Sampah Saat Libur Lebaran
Pemkot Yogyakarta menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan sampah saat libur lebaran nanti.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan sampah saat libur lebaran nanti.
Salah satunya adalah dengan memaksimalkan pengelolaan sampah organik tanpa harus masuk ke depo.
Nantinya, sampah-sampah organik yang dikumpulkan oleh masyarakat melalui ember penampungan, akan langsung diserahkan ke pihak ketiga yang selama ini sudah menjalin kerja sama.
Pemkot Yogya menyakini bahwa produksi sampah organik, yang didominasi sisa makanan dan sayuran akan meningkat saat libur lebaran nanti.
Berdasarkan prediksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kenaikan produksi sampah saat libur lebaran nanti berkisar antara 15-20 persen per hari atau sekitar 60 ton.
Kenaikan itu diprediksi didominasi oleh sampah organik.
"Prediksi kami nanti banyak sampah organik basah, karena banyak kegiatan kumpul-kumpul keluarga," kata Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq.
Supaya tidak memunculkan masalah baru, nantinya, sampah -sampah organik itu akan langsung diserahkan kepada pihak ketiga.
Sampah organik tidak akan dibawa ke depo.Kemudian saat ini, kata Rajwan, Pemkot Yogya juga tengah mengosongkan seluruh depo yang ada.
Ditargetkan, depo-depo akan kosong pada Selasa (17/3/2026) besok.
"Nah, ini akan kita optimalkan untuk sampah tidak ke depo, sehingga tidak mempengaruhi volume di sana. Jadi, kita penanganannya di titik-titik kumpul," ucapnya.
"Kita sudah berkoordinasi dengan offtaker sampah organik basah, sehingga nanti di hari-hari libur lebaran ini langsung bisa diambil oleh offtaker," tambah Rajwan.
Langkah sterilisasi depo pun diharapkan mampu menjaga kenyamanan warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta.
Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Kulon Progo dan Sleman Siang Ini
Di samping itu, keberadaan deretan gerobak sampah yang sering diparkirkan di depan depo, telah diinstruksikan untuk dipindah agar tidak mengganggu estetika kota.
| DPD RI Apresiasi Gerak Cepat Pemkot Yogyakarta Tangani Kasus Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Perketat Aturan Pasar Tiban Hewan Kurban, Pelapak Wajib Kantongi Izin Kemantren |
|
|---|
| DLH Kota Yogyakarta Tambah 9 Trash Barrier Tahun Ini, Targetkan Sungai Bersih dari Sampah Kiriman |
|
|---|
| Eko Suwanto Sebut BKK Danais Rp41 Miliar untuk Kota Yogyakarta, Atasi Stunting dan Sampah |
|
|---|
| Sepakati Pendampingan Hukum dari Pemkot Yogya, Ini Harapan Orang Tua Korban Daycare Little Aresha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Depo-sampah-Lempuyangan-bersih-dari-tumpukan-sampah.jpg)