Konsumsi Energi di DIY dan Jateng Diproyeksikan Meningkat selama Idulfitri 2026
Tingginya mobilitas masyarakat saat Idulfitri praktis membuat permintaan energi di wilayah Jawa Tengah dan DIY meningkat.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pertamina Patra Niaga memperkirakan lonjakan konsumsi energi saat Idulfitri 2026 seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan DIY.
- Konsumsi BBM jenis gasoline diprediksi naik sekitar 30 persen, sementara LPG 3 kg meningkat 9 persen dan avtur naik 28 persen.
- Perusahaan menyiapkan ratusan mobil tangki dan tambahan pasokan untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama periode Lebaran.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah memperkirakan adanya lonjakan konsumsi energi selama Idulfitri 2026. Apalagi periode libur pada Idulfitri tahun ini lebih panjang.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Fanda Chrismianto mengatakan pihaknya memperkirakan ada dua kali puncak arus mudik, yaitu 14-15 Maret 2026 dan 18-20 Maret 2026.
Permintaan energi meningkat
Tingginya mobilitas masyarakat saat Idulfitri praktis membuat permintaan energi di wilayah Jawa Tengah dan DIY meningkat.
Untuk Pertalite diperkirakan meningkat 30 persen, Pertamax naik 29,7 peren, Pertamax Turbo naik 55 persen.
“Sehingga untuk keseluruhan gasoline itu naik 30 persen,” katanya melalui keterangan daring, Kamis (12/3/2026).
Dengan adanya pelarangan beroperasinya truk selama puncak arus mudik, praktis konsumsi solar akan menurun. Namun untuk konsumsi Dexlite dan Pertamina Dex kemungkinan tidak berubah karena mayoritas untuk kendaraan pribadi.
“Sehingga secara keseluruhan gasoil turun 10 persen,” sambungnya.
Permintaan gas melon naik
Konsumsi LPG 3 kg juga diperkirakan meningkat 9 persen dari harian normal 4.854 metrik ton menjadi 5.293 metrik ton. Untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg bagi masyarakat, pihaknya melakukan extra dropping dan skema fakultatif.
“Fakultatif ini adalah alokasi yang kita tambahkan periode tanggal merah, dimana tanggal merah itu tidak ada penyaluran normalnya. Tapi karena ini di periode satgas, maka ada fakultatif. Fakultatif tidak cukup, maka kita extra drooping,” ujarnya.
Sementara untuk avtur diproyeksikan meningkat 28 persen. Hal itu karena maskapai menambah jumlah penerbang pada periode Lebaran.
Manager Supply & Distribution PT Pertamina Patra Niaga JBT, Priyo Djatmiko menjelaskan ketahanan gasoline rata-rata 9,17 kali konsumsi normal, gasoil memiliki ketahanan lebih kuat yaitu 15,4 kali dari stok normal.
Sementara ketahanan LPG yaitu 2,73 kali konsumsi normal, dan avtur memiliki ketahanan 13,8 kali konsumsi normal.
“Kapasitas penyimpanan kan memang tertentu, tapi bukan tidak diisi lagi. Secara berkala ada keran yang dibuka untuk memenuhi lagi (penyimpanan),” jelasnya.
Distribusi lancar
| Eko Suwanto Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan, Dorong Pemda Fasilitasi Gizi Terbaik untuk Balita |
|
|---|
| Catatan Jogja Police Watch: Kejahatan Jalanan di Jogja Kian Brutal di Awal 2026 |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Jogja selama Long Weekend Paskah Tak Sesuai Harapan |
|
|---|
| Sekda DIY Pastikan WFH ASN Bukan Hari Libur: Wajib Ada Laporan dan Output Harian |
|
|---|
| Konsumsi Gasoline dan LPG di DIY dan Jateng Meningkat Selama Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/SPBU-Ambarketawang-Gamping-Sleman.jpg)