Aktivitas Gunung Merapi Rabu 11 Maret 2026: Teramati Ada 8 Kali Guguran Lava

Merapi teramati mengalami 8 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter, Rabu (11/3/2026)

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
unsplash.com
Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 8 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Rabu (11/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk pengamatan kegempaan, tercatat 39 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-31 mm dan lama gempa 42.01-150.09 detik.

 Selain itu 25 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-35 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.38-39.39 detik.

 Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 76.23 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi terlhat jelas hingga tertutup kabut 0-II.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 20 meter dari puncak.

Cuaca berawan, serta angin tenang ke arah timur.

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi berawan, angin tenang ke arah timur.

 Suhu udara sekitar 17.1-20°C. Kelembaban 83-94.3 persen. Tekanan udara 872.8-916 mmHg.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Rabu 11 Maret 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved