Dinkes Bantul Temukan 14 Kasus Campak Sepanjang Tahun 2026

Apabila menemukan gejala berupa demam dan ruam mendadak disertai dengan batuk dan pilek, diimbau untuk segera melakukan cek kesehatan

Tayang:
Freepik
ILUSTRASI - Campak. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mencatat ada 14 kasus campak selama tahun 2026.

Kasus tersebut variatif, menyerang balita maupun dewasa.

Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bantul, Elina Chrisniati, mengatakan kasus campak dapat terjadi apabila tubuh manusia terpapar morbillivirus melalui droplet.

"Pada dasarnya campak itu self limiting disease atau dapat sembuh sendirinya tergantung dengan daya tahan tubuh," katanya, saat dikonfirmasi Tribujogja.com, Jumat (6/3/2026).

Disampaikannya, campak dapat menimbulkan kematian apabila terdapat komplikasi seperti pneumonia atau diare.

Dengan begitu, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati.

Baca juga: Dinas Sosial Bantul Fasilitasi Kewirausahaan KPM Lewat Expo Prokus

Gejala Campak

Gejala campak, kata Elina, perlu diketahui oleh masyarakat.

Nantinya, apabila menemukan gejala berupa demam dan ruam mendadak bisa disertai dengan batuk dan pilek, diimbau untuk segera melakukan cek kesehatan di layanan kesehatan terdekat.

"Masyarakat jangan panik dengan berita yang beredar terkait kenaikan kasus campak. Segera periksa apabila memiliki keluhan demam dan ruam, patuh menjalankan isolasi," ujarnya.

Sebagai langkan antisipasi lebih lanjut, pihaknya akan menganjurkan tindakan isolasi bagi penderita maupun suspek campak.

Kemudian, pihaknya juga masih menggencarkan pemberian vitamin A pada kasus suspek balita.

"Lalu, kami melakukan imunisasi kejar atau catch up bagi anak usia 9-59 bulan yang belum lengkap imunisasi Measles-Rubella (MR)," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved