Modus Tipu Data Bantuan, Pasutri Asal Lampung Curi Cincin 5 Gram Lansia di Sleman
Pelaku menyamar sebagai petugas pendata bantuan pemerintah. Saat ini kedua pelaku telah ditangkap polisi
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pasangan suami istri asal Lampung menyamar sebagai petugas pendataan bantuan sosial dan menipu seorang lansia di Sleman.
- Korban kehilangan tiga cincin emas seberat total 5 gram senilai sekitar Rp15 juta setelah diperdaya dengan modus pemeriksaan kesehatan palsu.
- Polisi berhasil menangkap pelaku di Wonosobo, dan keduanya dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Modus tipu-tipu pendataan bantuan sosial pemerintah memakan korban di Kabupaten Sleman.
Seorang warga Lanjut Usia (Lansia) di Sumberarum Moyudan, harus kehilangan cincin emas seberat 5 gram miliknya setelah ditipu pasangan suami istri (pasutri) asal Tulang Bawang, Lampung.
Nyamar petugas data bantuan
Pelaku menyamar sebagai petugas pendata bantuan pemerintah. Saat ini kedua pelaku telah ditangkap polisi ungkap mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasihumas Polresta Sleman AKP Salamun mengatakan, peristiwa pencurian ini terjadi pada 30 Januari 2026 pukul 09.00 WIB di wilayah Sumberarum, Moyudan, Sleman.
Pelakunya dua orang, berinisial R (64) dan K (49) yang merupakan pasangan suami istri asal Tulang Bawang, Lampung.
Adapun kronologi kejadian bermula ketika korban MS (78) pagi itu sedang menyapu jalan di depan rumah. Ketika sedang menyapu korban didatangi dua pelaku.
"Pelaku bertanya kepada korban, apakah korban sendiri di rumah atau ada orang lain. Dijawab oleh korban, sendirian," kata Salamun, Kamis (5/3/2026).
Mendengar jawaban korban, pelaku lalu bertanya lagi apakah sudah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Korban menjawab belum dapat. Pelaku kemudian berpura-pura menawarkan supaya korban mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan persyaratan korban menyerahkan fotokopi KTP dan KK sebanyak lima lembar. Korban mengiyakan dan berharap bantuan bisa cair.
Lepas cincin
Dalam prosesnya, pelaku juga menawarkan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada korban dan meminta korban duduk di teras.
Pelaku lalu berpura-pura memeriksa kesehatan korban dengan menempelkan alat berbentuk pipih bulat yang terbuat dari karet di lengan korban.
Saat ditempelkan, alat tersebut berdenyut. Denyutan itu menjadi alasan bagi pelaku untuk meminta korban melepaskan cincinnya, agar tidak berdenyut.
"Korban melepaskan cincin dan meletakkannya di meja," ujar dia.
Setelah itu, pelaku meminta korban berganti baju dengan alasan hendak difoto. Korban lalu masuk ke dalam rumah untuk berganti baju. Namun, ketika keluar lagi, korban kaget karena cincin yang ada di atas meja telah hilang. Sedangkan para pelaku juga sudah pergi.
| SPMB SMP Sleman 2026: Empat Jalur Penerimaan dan Total Kuota Bangku SMP |
|
|---|
| Dilema Perajin Tempe di Sleman: Harga Bahan Baku Melejit, Omzet Kian Terjepit |
|
|---|
| PSEL DIY Ditunda, Sleman Andalkan Pasukan P3S untuk Tangani Sampah di Desa |
|
|---|
| Disdik Sebut Kuota Bangku SMP di Sleman Surplus 2.840 Kursi pada SPMB 2026 |
|
|---|
| Mendikdasmen Apresiasi TK ABA Semesta, Hadirkan Pendidikan Anak Usia Dini Bertaraf Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Modus-Tipu-Data-Bantuan-Pasutri-Asal-Lampung-Curi-Cincin-5-Gram-Lansia-di-Sleman.jpg)