Kata Lurah Sedayu soal Fenomena Pergerakan Tanah di Sebuah Perumahan
Lurah Argosari, Sudarno, mengungkapkan lokasi kejadian tersebut dulunya merupakan bekas pabrik jamur dan ada bekas jurang.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area perumahan perbatasan Kalurahan Argosari dan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.
Kejadian tersebut dilaporkan terjadi usai diguyur hujan selama beberapa waktu terakhir.
Lurah Argosari, Sudarno, mengungkapkan lokasi kejadian tersebut dulunya merupakan bekas pabrik jamur dan ada bekas jurang.
Kedalaman jurang itu diperkirakan lebih dari 10 meter.
Namun, beberapa tahun lalu diuruk untuk perumahan.
"Dulu kan itu diuruk. Mungkin uruknya kurang padat atau gimana gitu. Itu kan total luas perumahan ada tujuh hektare. Yang dua hektare sebelah utara masuk ke wilayah saya (Kalurahan Argosari) dan yang lima hektare sebelah selatan masuk ke Kalurahan Argorejo," katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2025).
Tinjau Lokasi
Ia mengaku telah meninjau lokasi kejadian bersama sejumlah pihak usai mendapatkan laporan dari warga setempat pada Senin (2/3/2026).
Saat meninjau lokasi itu, ia mendengar dua kali gerakan tanah dan menyebabkan selang saluran air lepas hingga kabel wifi putus.
Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu. Akan tetapi, sejumlah rumah setempat mengalami kerusakan.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan lingkungan setempat.
"Dan untuk meminimalisasi lebarnya patahan tanah, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah memberikan terpal sebagai penutup tanah yang pecah maupun patah," ucap dia.
Menurutnya, apabila terjadi hujan secara terus menerus dan lokasi patahan tanah tidak ditutup terpal, maka potensi patahan tanah bisa semakin lebar.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyebut, patahan tanah itu bergerak sekitar 300 meter dan merusak beberapa fasilitas rumah, masjid, lapangan voli, dan pendopo perumahan.
"Jika terjadi hujan dalam waktu lama, tanah yang bergetar dapat meluas. Namun, ada juga warga yang sudah mengungsi," kata dia.
Baca juga: Polisi Ringkus Dua Orang Terkait Kasus Pembunuhan di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
Kesaksian Warga
Sebelumnya dikabarkan, pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, baru-baru ini.
| Update Kecelakaan Maut Jalan Yogyakarta-Wates: Korban Meninggal Bertambah Menjadi 4 Orang |
|
|---|
| Kronologi Laka Maut Dua Pengendara Scoopy Lawan Arus Jalan Yogya–Wates |
|
|---|
| Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Lalu Lintas di Timur JEC |
|
|---|
| DLH Bantul Siap Evakuasi Sampah Kiriman di Aliran Sungai Winongo |
|
|---|
| Razia Miras di Kretek, Ratusan Botol Berbagai Merek Berhasil Disita Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tanah-bergerak-di-Perumahan-Graha-Sedayu-Bantul.jpg)