Kata Lurah Sedayu soal Fenomena Pergerakan Tanah di Sebuah Perumahan

Lurah Argosari, Sudarno, mengungkapkan lokasi kejadian tersebut dulunya merupakan bekas pabrik jamur dan ada bekas jurang.

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
TANAH BERGERAK - Kondisi gerakan tanah di area Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul pada Kamis (5/3/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area perumahan perbatasan Kalurahan Argosari dan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi usai diguyur hujan selama beberapa waktu terakhir. 

Lurah Argosari, Sudarno, mengungkapkan lokasi kejadian tersebut dulunya merupakan bekas pabrik jamur dan ada bekas jurang.

Kedalaman jurang itu diperkirakan lebih dari 10 meter.

Namun, beberapa tahun lalu diuruk untuk perumahan. 

"Dulu kan itu diuruk. Mungkin uruknya kurang padat atau gimana gitu. Itu kan total luas perumahan ada tujuh hektare. Yang dua hektare sebelah utara masuk ke wilayah saya (Kalurahan Argosari) dan yang lima hektare sebelah selatan masuk ke Kalurahan Argorejo," katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2025).

Tinjau Lokasi

Ia mengaku telah meninjau lokasi kejadian bersama sejumlah pihak usai mendapatkan laporan dari warga setempat pada Senin (2/3/2026).

Saat meninjau lokasi itu, ia mendengar dua kali gerakan tanah dan menyebabkan selang saluran air lepas hingga kabel wifi putus.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu. Akan tetapi, sejumlah rumah setempat mengalami kerusakan.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan lingkungan setempat. 

"Dan untuk meminimalisasi lebarnya patahan tanah, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah memberikan terpal sebagai penutup tanah yang pecah maupun patah," ucap dia.

Menurutnya, apabila terjadi hujan secara terus menerus dan lokasi patahan tanah tidak ditutup terpal, maka potensi patahan tanah bisa semakin lebar. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyebut, patahan tanah itu bergerak sekitar 300 meter dan merusak beberapa fasilitas rumah, masjid, lapangan voli, dan pendopo perumahan. 

"Jika terjadi hujan dalam waktu lama, tanah yang bergetar dapat meluas. Namun, ada juga warga yang sudah mengungsi," kata dia.

Baca juga: Polisi Ringkus Dua Orang Terkait Kasus Pembunuhan di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka

Kesaksian Warga

Sebelumnya dikabarkan, pergerakan tanah dilaporkan terjadi di area Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, baru-baru ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved