Jelang Idulfitri 1447 H, Pemda DIY Jamin Stok Pangan Aman dan Distribusi Lancar
Pemda DIY memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi menjelang Idulfitri 1447
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
- Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah momentum krusial.
- Berdasarkan hasil pantauan terkini, pasokan komoditas pangan strategis di wilayah DIY dinilai masih mencukupi kebutuhan hingga hari raya mendatang.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pengawasan intensif kini diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah DIY untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah momentum krusial.
Berdasarkan hasil pantauan terkini, pasokan komoditas pangan strategis di wilayah DIY dinilai masih mencukupi kebutuhan hingga hari raya mendatang.
“Langkah ini adalah komitmen konkret, bahwa negara hadir menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada momentum yang sangat penting bagi keluarga dan masyarakat. Meski memang secara umum, pasokan komoditas pangan strategis di DIY masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri,” ujar Ni Made dalam Konferensi Pers Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idulfitri 1447 H di Ruang Wisanggeni, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).
Ni Made menjelaskan bahwa volume permintaan bahan pangan saat ini relatif stabil, namun kenaikan diprediksi mulai terjadi pada sepuluh hari menjelang lebaran (H-10).
Untuk itu, koordinasi dengan distributor dan pemasok diperkuat guna memastikan sistem pasokan bekerja solid tanpa hambatan.
Jalankan strategi 4K
Pemerintah DIY menjalankan Strategi 4K—Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif—sebagai fondasi utama menjaga inflasi daerah.
“Upaya antisipasi kami lakukan melalui penguatan stok serta koordinasi distribusi. Menjelang HBKN ini, kami pun terus mempercepat langkah strategis. Pertama, mengintensifkan pemantauan harga dan stok komoditas utama, baik pada stok pemerintah, gudang distributor, pasar tradisional, ritel modern, hingga tingkat produsen,” ungkap Ni Made.
Selain pemantauan stok, Pemda DIY menggandeng Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk memelototi rantai pasok.
Hal ini dilakukan guna mencegah praktik penimbunan atau gangguan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga yang tidak rasional di pasar.
“Semua ini dilaksanakan dalam kerangka Strategi 4K TPID. Karena, ketersediaan pasokan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil tetap produktif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat,” tambahnya.
Guna mendukung kelancaran distribusi di titik-titik rawan macet, Pemda DIY memprioritaskan kendaraan pengangkut bahan pangan melalui koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan.
Langkah ini didukung oleh Surat Edaran Gubernur DIY yang meminta Bupati dan Wali Kota di seluruh DIY untuk mengintensifkan intervensi pasar.
| Upaya Optimalisasi Teras Malioboro, Pedagang Usulkan Fasilitas Shuttle dan Sterilisasi Pedagang Liar |
|
|---|
| Perlindungan Budaya dan Ekosistem Karst Jadi Pijakan Penguatan Keistimewaan DIY |
|
|---|
| Siasati Kapasitas Fiskal, Pemda DIY Garap Potensi Ekonomi Baru di Bantul untuk Dongkrak PAD |
|
|---|
| Pemda DIY Matangkan Desain RTH Abu Bakar Ali dan Identifikasi Penataan Panggung Krapyak |
|
|---|
| Pengangguran Terbuka di DIY Turun Jadi 3,05 Persen, Kualitas Serapan Pekerja Formal Jadi Tantangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Konferensi-Pers-Hasil-Pemantauan-TPID-Menjelang-Idulfitri-1447-H-di-Ruang-Wisanggeni-Kepatihan.jpg)