Nasib Guru Honorer
Guru Non-ASN di Sleman Terima TGP Tiap Bulan, Dana Cair Langsung ke Rekening
Guru Honorer di Sleman, Widayatul Wafiroh mengatakan di awal tahun ini menerima TGP dari pusat yang langsung ditransfer ke rekeningnya.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Guru honorer di Sleman mulai menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) langsung dari pemerintah pusat ke rekening setiap bulan.
- Besaran TPG yang diterima sekitar Rp1,88 juta per bulan, meski pemerintah mengklaim naik menjadi Rp2 juta.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN-Guru honorer di Kabupaten Sleman merasa gembira. Sebab, Tunjangan Profesi Guru (TGP) bagi guru non-ASN, dari pemerintah pusat cairnya langsung ditransfer ke rekening penerima. Apalagi tunjangan profesi ini dibayarkan setiap bulan.
Seorang Guru Honorer di Sleman, Widayatul Wafiroh mengatakan di awal tahun ini menerima TGP dari pemerintah pusat yang langsung ditransfer ke rekeningnya. Jumlah yang diterima senilai Rp 1.880.000 per bulan. Pembayaran dilakukan sekaligus untuk dua bulan.
"Minggu kemarin saya lupa harinya, itu langsung cair di dua bulan. Jadi langsung dari pusat masuk ke rekening," kata Firoh, Rabu (4/3/2026).
Baru tahun ini dapet TGP
Guru yang setiap hari mengajar mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Minggir ini mengungkapkan, sebagai guru honorer dirinya baru tahun ini menerima TPG.
Karenanya, ia mengaku senang. Meskipun jumlahnya beda tipis dengan penyataan pemerintah yang klaim Tunjangan Guru Non-ASN ditambah Rp 500 ribu, menjadi Rp 2 juta rupiah per bulan.
Firoh mengaku biasanya hanya mendapatkan honorarium, yang besarannya 60-65 ribu per jam saat mengajar di SMP 3 Tempel dan menjadi Rp 70 ribu per jam saat mengajar di SMPN 1 Minggir.
Berdasarkan ketentuannya, bagi guru non-ASN yang sudah inpassing atau penyetaraan, besaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) ini disesuaikan dengan 1 kali gaji pokok PNS sesuai pangkat, golongan, dan masa kerja yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) inpassing.
"Saya baru mulai mengajar di Minggir awal tahun ini. Dan baru kali ini menerima," kata Firoh. Karena baru menerima, ia mengaku tidak bisa membandingkan apakah besaran TPG ada kenaikan atau tidak.
Terkait insentif, Firoh mengaku juga pernah menerima insentif pada tahun 2025 dari pemerintah pusat. Nominalnya Rp 2,1 juta. Insentif ini hanya diterima satu kali per tahun.
Sebagimana diketahui, Guru non-ASN berkesempatan mendapatkan insentif atau bantuan pemerintah Rp 2,1 juta per tahun di tahun 2025. Syarat utama penerimanya adalah bukan ASN, belum pernah sertifikasi, terdata di data pokok pendidikan, kualifikasi minimal S1/D4 (formal) atau SMA (PAUD), dan memiliki NUPTK/NPK aktif.
"Di tahun 2025, waktu saya masih (mengajar) di SMP 3 Tempel pernah mendapatkan insentif. Cuma sekali. Tahun 2025. Waktu itu dari pusat, pencairan langsung di bank. Jadi pembuatan rekeningnya dari pusat. Begitu membuka SIMPKB (sistem informasi manajemen, pengembangan keprofesian berkelanjutan) di bawah ada keterangan insentif, langsung ada rekening dan bank-nya apa dan bisa langsung diambil," jelas dia.
Status guru honorer
Kepala SMPN 1 Minggir, Nurhidayati mengatakan Firoh sebelumnya telah mengajar di Tempel kemudian pindah ke SMP N 1 Minggir, sehingga hanya memindahkan data dapodik. Perekrutan dia dilakukan dari pihak sekolah karena skala kebutuhan. Hingga saat ini statusnya masih guru honorer.
"Honornya sendiri sesuai dengan kemampuan sekolah, dari BOS," kata dia. Guru honorer merupakan salah satu bagian dari guru non-ASN yang bekerja di instansi negeri.
Sebagimana diketahui, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah mengungkapkan bahwa Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Dalam keterangannya kepada awak media, pada Jumat (27/02/2026), ia menyampaikan salah satu langkah signifikan adalah menaikan insentif bagi guru honorer.
| Tidak Dapat Insentif, Guru Honorer di Sleman Cari Tambahan Pendapatan Melalui Les Privat |
|
|---|
| Cerita Guru Honorer di Sentolo Kulon Progo, Mengajar dengan Gaji Hasil Iuran Wali Pelajar |
|
|---|
| Kisah Guru Honorer di Bantul 12 Tahun Mengabdi, Cari Tambahan dengan Kerja Sampingan |
|
|---|
| Sebanyak 2.578 Guru di Kulon Progo Disebut Akan Terima Kenaikan TPG hingga Tamsil dari Pusat |
|
|---|
| Cerita Perjalanan Panjang Guru Non-ASN Mendapat TPG Setelah 22 Tahun Mengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Nestapa-di-Kota-Pendidikan-Nasib-Guru-Honorer-Yogya-Terhimpit-Upah-Murah.jpg)