Puncak Musim Hujan di DIY hingga Laporan BPBD Terkait Dampak Cuaca Ekstrem

Pada umumnya sebagian besar wilayah di DIY sudah memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026 lalu.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/Hanif Suryo
ILUSTRASI - Hujan deras disertai angin di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta 

Ringkasan Berita:
  • BMKG Staklim Yogyakarta menyebut sebagian besar wilayah DIY telah memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026
  • Sebagian wilayah lainnya di DIY mmasuki puncak musim hujan sedikit mundur yakni pada Februari 2026
  • Hujan lebat yang disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah DIY menyebabkan beberapa laporan kerusakan

 

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyebut sebagian wilayah di DIY telah memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026. 

Namun beberapa wilayah lainnya mengalami puncak musim hujan sedikit mundur yakni pada Februari 2026.

Reni menyebut pada umumnya sebagian besar wilayah di DIY sudah memasuki puncak musim hujan pada Januari lalu.

“Untuk wilayah DIY, Puncak hujan umumnya Januari. Hanya sebagian kecil wilayah di DIY yang puncak hujan di Februari,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026) siang.

Meski demikian dia menyebut curah hujan pada dasarian I Maret 2026 kali ini termasuk kriteria menengah, yaitu dengan intensitas 50-150 mm/dasarian atau per sepuluh hari.

Dalam kurun waktu dasarian tersebut, menurut Reni, dapat berpeluang terjadi hujan dengan intensitas rendah hingga sedang per harinya di wilayah DIY.

“Karena saat ini masih masuk musim hujan, dimana monsun asia atau angin baratan masih aktif bertiup ke wilayah Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir Lahar Hujan di Sungai Gendol Sleman

Dampak Hujan di DIY

Hujan deras yang disertai angin pun mengguyur sebagian wilayah DIY pada Selasa (3/3/2026) kemarin. 

Laporan BPBD DIY menyebutkan sejumlah bangunan terdampak bencana hidrometeorologi.

Hujan lebat disertai angin tersebut menimbulkan beberapa dampak kejadian.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang didapatkan di Pusdalops se-DIY, dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut

Kabupaten Gunungkidul

Cuaca ekstrem terjadi di 20 titik melanda kapanewon Semin.

Dampak kerusakan :

  • Pohon Tumbang (22 titik)
  • Rumah (18 unit)
  • Akses jalan (3 titik)
  • Warung/tempat usaha (1 titik).
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved