Perbaikan Infrastruktur Jalan Rusak Masih Jadi PR Besar di Sleman
DPUPKP Sleman masih menghadapi tantangan berat untuk menangani ratusan kilometer jalan Kabupaten yang tersebar di 17 kapanewon.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Perbaikan infrastruktur jalan rusak masih menjadi pekerjaan rumah cukup besar bagi Pemkab Sleman tahun ini
- DPUPKP Sleman masih menghadapi tantangan berat untuk menangani ratusan kilometer jalan Kabupaten yang tersebar di 17 kapanewon.
- Bupati Sleman, Harda Kiswaya meminta masyarakat aktif mengawasi dan melaporkan apabila menemukan kualitas proyek perbaikan jalan yang buruk atau asal-asalan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perbaikan infrastruktur jalan rusak masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang cukup besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman di tahun 2026.
Meskipun telah dianggarkan signifikan, namun Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman masih menghadapi tantangan berat untuk menangani ratusan kilometer jalan Kabupaten yang tersebar di 17 kapanewon.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf, mengungkapkan jalan Kabupaten yang dalam kondisi mantap saat ini baru 68,01 persen atau 475,7 kilometer dari total panjang ruas jalan Kabupaten di Sleman 699,5 kilometer.
Sisanya, 31,99 persen atau sekitar 223,7 kilometer dalam kondisi tidak mantap, yang berarti kondisinya rusak ringan sampai dengan rusak berat.
"Kemantapan jalan Kabupaten saat ini baru 68,01 persen, sehingga masih punya PR (pekerjaan rumah) perbaikan jalan yang cukup besar terutama dari sisi anggaran," kata Fauzan, dihubungi Jumat (27/2/2026).
Anggaran Cukup Besar
Pada tahun ini, Pemkab Sleman sebenarnya telah menggelontorkan anggaran cukup besar untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan.
Hal ini seiring dengan komitmen Kepala Daerah terhadap peningkatan infrastruktur jalan dan penerangan jalan melalui program 'Dalane Alus lan Padang.'
Menurut Fauzan, anggaran infrastruktur jalan pada tahun ini senilai Rp 108 miliar.
Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya namun masih terbatas karena belum bisa menjangkau semua.
"Ya lebih tinggi (dibanding tahun sebelumnya). Tapi belum cukup menjangkau semua," katanya.
Baca juga: Kesal Dibangunkan Saat Tidur, Seorang Pemuda Nekat Tusuk Dada Jukir di Gamping Sleman
Sambut Lebaran
Fauzan mengatakan, menyambut masa mudik Lebaran, pihaknya saat ini telah melakukan serangkaian persiapan.
Tahap awal telah dilakukan pemetaan lokasi ruas jalan utama yang dimanfaatkan sebagai jalur mudik di Kabupaten Sleman.
Survey kerusakan telah dilakukan untuk membuat prioritas penanganan, disesuaikan kondisi jalan dan tingkat kerusakannya.
Jika ditemukan kerusakan, maka dilakukan pemeliharan atau penambalan jalan yang berlubang.
| SPMB SMP Sleman 2026: Empat Jalur Penerimaan dan Total Kuota Bangku SMP |
|
|---|
| Dilema Perajin Tempe di Sleman: Harga Bahan Baku Melejit, Omzet Kian Terjepit |
|
|---|
| PSEL DIY Ditunda, Sleman Andalkan Pasukan P3S untuk Tangani Sampah di Desa |
|
|---|
| Disdik Sebut Kuota Bangku SMP di Sleman Surplus 2.840 Kursi pada SPMB 2026 |
|
|---|
| Mendikdasmen Apresiasi TK ABA Semesta, Hadirkan Pendidikan Anak Usia Dini Bertaraf Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Sleman-Harda-Kiswaya-1292025.jpg)