TPID DIY Jamin Stok Pangan di Bantul Aman hingga Lebaran

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menilai fluktuasi harga saat ini masih berada dalam koridor kendali

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Dok Humas Pemda DIY
SORTIR BAWANG MERAH — Sejumlah pekerja menyortir hasil panen bawang merah di gudang distributor Tegalrejo, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan ketersediaan pasokan bawang merah di tingkat distributor mencapai 8 ton, jauh melampaui kebutuhan masyarakat DIY yang berkisar 3,5 ton, sehingga mampu menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri 1447 H. 

Mitigasi dan Intervensi Kebijakan
Bank Indonesia (BI) DIY melihat kondisi di Bantul 
masih selaras dengan tren stabilitas di wilayah satelit lainnya seperti Kulon Progo dan Gunungkidul. Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, optimis bahwa kelancaran distribusi akan menjaga inflasi tetap rendah hingga hari raya tiba.

“Daging ayam memang naik sedikit, tetapi cabai dan bawang merah cenderung turun. Kami berharap kondisi ini tetap stabil hingga Lebaran,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga yang tak terduga, pemerintah telah menyiapkan skenario intervensi. Fokus utama tetap pada menjaga daya beli masyarakat melalui instrumen operasi pasar dan penguatan stok di gudang-gudang logistik.

Tri Saktiyana menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan harga bergerak tanpa kendali. Kerjasama dengan Bulog menjadi jaminan bahwa kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng berada dalam posisi aman.

“Kami menyiapkan upaya pengendalian seperti operasi pasar sesuai perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat. Bulog juga siap mendukung. Stok beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Tri.

Untuk memastikan transparansi dan mencegah tindakan spekulatif, Pemkab Bantul menyediakan kanal informasi harga secara langsung yang dapat dipantau oleh masyarakat melalui situs SIGAPAN (Sistem Informasi Harga Pangan) dan aplikasi Bantulpedia. Dengan basis data yang terbuka, pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja sesuai kebutuhan tanpa terpengaruh oleh isu kelangkaan yang tidak berdasar.

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved