TPID DIY Jamin Stok Pangan di Bantul Aman hingga Lebaran
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menilai fluktuasi harga saat ini masih berada dalam koridor kendali
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menilai fluktuasi harga saat ini masih berada dalam koridor kendali
- TPID DIY telah memantau dinamika harga dan permintaan bahan pangan di Pasar Imogiri dan distributor bawang merah di Sanden, Bantul
- Dipastikan distribusi tidak tersumbat. Stok komoditas bawang merah, daging ayam, cabai, bersifat dinamis.
- Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, optimistis kelancaran distribusi akan menjaga inflasi tetap rendah hingga hari raya tiba.
TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah siklus tahunan lonjakan permintaan menjelang Idulfitri, otoritas Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta menekankan pentingnya melihat dinamika harga secara jernih dan berbasis data.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menilai bahwa fluktuasi harga yang terjadi saat ini masih berada dalam koridor kendali, bahkan menunjukkan anomali positif pada beberapa komoditas utama hortikultura.
Pernyataan tersebut merujuk pada hasil pantauan lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Imogiri dan distributor bawang merah di Sanden, Bantul, Kamis (26/2/2026).
Pastikan distribusi jalan
Eling menggarisbawahi bahwa intervensi dan pemantauan rutin bersama Satgas Pangan menjadi instrumen vital untuk memastikan distribusi tidak tersumbat di tengah kelindan tiga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun ini—Imlek, Idulfitri, dan Paskah—yang jatuh dalam periode berdekatan.
“Secara umum memang ada kenaikan, tetapi masih dalam taraf wajar. Bahkan cabai dan bawang merah justru mengalami penurunan. Ini menunjukkan stok tersedia dan kondisi pasar relatif aman,” katanya.
Secara historis, periode menjelang Lebaran selalu diiringi dengan pergeseran kurva permintaan yang memicu kenaikan harga. Namun, tahun 2026 menghadirkan tantangan tersendiri karena akumulasi tiga hari besar sekaligus.
Pemantauan yang dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, serta jajaran pimpinan daerah Kabupaten Bantul ini bertujuan memastikan bahwa fluktuasi yang terjadi tetap rasional.
Perubahan harga dinamis
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, menjelaskan bahwa beberapa komoditas memang menunjukkan karakter yang sangat dinamis terhadap perubahan permintaan pasar. Daging ayam ras, misalnya, kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 dari harga normal.
“Dari sisi stok, bawang merah di Bantul sangat mencukupi dan menjadi salah satu andalan. Sementara dari sisi harga, komoditas seperti daging ayam, cabai, dan bawang merah memang bersifat dinamis. Ini merupakan karakter pasar yang sudah berlangsung lama,” ujar Tri Saktiyana.
Meskipun terdapat tekanan pada harga protein hewani, sektor hortikultura Bantul justru menjadi penyangga stabilitas. Harga cabai dilaporkan turun sekitar Rp20.000 per kilogram, sementara bawang merah turun Rp5.000 per kilogram. Kondisi ini dimungkinkan karena Bantul memiliki fundamental produksi yang solid, terutama pada komoditas bawang merah.
Data dari tingkat distributor menunjukkan adanya surplus yang sangat signifikan. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati, memaparkan rasio antara ketersediaan barang dengan konsumsi masyarakat yang sangat aman.
“Stok bawang merah dari petani Bantul di tingkat distributor mencapai sekitar 8 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat DIY sekitar 3,5 ton. Jadi, sangat mencukupi,” jelasnya.
Bawang merah melimpah
Melimpahnya pasokan ini juga dikonfirmasi oleh pelaku usaha di hulu. Japon, distributor bawang merah di Tegalrejo, menyebutkan bahwa produksi lokal Bantul saat ini tidak hanya mencukupi kebutuhan regional DIY, tetapi juga mampu menyuplai pasar di luar daerah seperti Jakarta, Brebes, dan Kroya. Namun, ia memberikan catatan mengenai pentingnya keberlanjutan dukungan bagi para pelaku distribusi.
“Permintaan pasar tinggi, tetapi stok aman. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, terutama dari sisi pembiayaan, agar pasokan tetap terjaga,” tandas Japon.
| Aksi Solo Drum Syauqi Guncang Panggung Kirab Budaya Hari Jadi ke-48 SD Negeri Rejodadi Bantul |
|
|---|
| Pemkab Bantul Akan Geser TPR Parangtritis, Paling Lambat Juli 2026 |
|
|---|
| Pemkab Bantul Belajar Pengelolaan Museum ke Kota Malang |
|
|---|
| Menghirup Kembali Aroma Tahun 80-an di Rumah Nayantaka Batik |
|
|---|
| Siswa SLB Negeri 1 Bantul Ikuti Edutrain KAI Bandara, Belajar Mengenal Kereta hingga Cara Beli Tiket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/TPID-DIY-Jamin-Stok-Pangan-di-Bantul-Aman-hingga-Lebaran.jpg)