Sri Sultan HB X Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Komitmen Perkuat Sinergi DIY-Shanghai

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan kehormatan Konjen Republik Rakyat Tiongkok Ye Su

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Dok Humas Pemda DIY
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kanan) menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok yang baru, Ye Su (tengah), di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat kembali kerja sama sister province antara DIY dan Shanghai yang meliputi sektor ekonomi, perdagangan, pariwisata, hingga kebudayaan. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menerima kunjungan Konjen RRT yang baru, Ye Su, untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama daerah.
  • Pertemuan fokus menindaklanjuti MoU sister province antara DIY dan Shanghai guna meningkatkan kolaborasi bilateral di tingkat daerah.
  • Kerja sama akan diprioritaskan pada sektor ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan kebudayaan, dengan rencana kunjungan balasan pada Mei mendatang.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Ye Su, di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mempertegas dan memperdalam kembali komitmen kerja sama sister province yang telah terjalin antara DIY dan Shanghai.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa kedatangan Konjen Tiongkok merupakan bagian dari tradisi diplomasi bagi pejabat yang baru memulai masa tugasnya.

"Ini adalah suatu kebiasaan diplomatik yang baik, suatu tradisi. Jadi, seorang Konjen (Konsul Jenderal) ataupun Duta Besar, ketika mereka bertugas untuk pertama kali di suatu negara—dalam hal ini adalah Tiongkok, Konjen Tiongkok di Surabaya—itu melakukan yang namanya kunjungan kehormatan atau courtesy call. Dalam hal ini, Bapak Konjen yang baru, namanya Mr. Ye Su, baru sekitar empat bulan memulai tugasnya di Surabaya dan baru kali ini mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kunjungan kehormatan ke Ngarso Dalem," papar Ghofar.

Meskipun secara protokoler Konjen mewakili negaranya secara luas, perbincangan di Kepatihan secara spesifik mengerucut pada hubungan bilateral tingkat daerah.

Ghofar menjelaskan bahwa fokus utama pembicaraan adalah tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) sister province antara DIY dan Shanghai.

"Seorang Konjen itu mewakili negara, memang betul. Tetapi untuk konteks Yogyakarta, karena Yogyakarta ini sudah mempunyai MoU kerja sama sister province dengan Shanghai, maka yang lebih ditekankan adalah mengenai kerja sama sister province antara DIY dan Shanghai. Sebagaimana kita ketahui, Shanghai adalah suatu kota yang ukurannya seperti provinsi karena penduduknya mencapai 25 juta jiwa, dan Shanghai merupakan kota metropolitan yang menjadi pusat perdagangan, bisnis, investasi, pariwisata, dan juga pendidikan," ujarnya.

Baca juga: Sinkhole di Popohan Kalibawang Kulon Progo Kembali Terbuka Setelah 2 Tahun Aman Usai Ditimbun

Ghofar menambahkan, dalam hal ini Yogyakarta ingin terus memperdalam dan meningkatkan kerja sama dengan Shanghai. Hal ini disambut dengan sangat baik dan positif oleh Konjen RRT yang baru.

Terkait dengan tanggapan Gubernur DIY, Ghofar menyebutkan bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik peluang tersebut dan meminta agar komunikasi antarwilayah ini dapat difasilitasi lebih lanjut. Kesepahaman ini membuka jalan bagi sejumlah agenda strategis pada masa mendatang.

"Ya, pesannya adalah pesan-pesan positif. Bapak Gubernur ingin terus memperdalam hubungan kerja sama antara DIY dan Shanghai, serta memohon untuk difasilitasi. Memang dari pihak Konjen sendiri datang ke sini untuk tujuan tersebut. Jadi, memang gayung bersambut, ini sudah pas sekali. Ke depan, nanti akan dilakukan kerja sama yang lebih erat," tutur Ghofar.

Rencana konkret dari pertemuan ini akan segera direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan. 

"Pada bulan-bulan ke depan, mungkin di bulan Mei, nanti akan ada kunjungan penting juga dari Tiongkok ke DIY. Selain itu, ada beberapa program lain yang sedang direncanakan, tetapi timeline-nya belum fix. Nanti mungkin juga akan ada kunjungan ke Tiongkok pada suatu saat nanti," imbuhnya.

Sesuai dengan kerangka MoU yang ada, pengembangan kerja sama ini akan tetap bertumpu pada kekuatan utama Yogyakarta.

Tiongkok memandang DIY memiliki posisi strategis dan nilai tawar yang kuat dalam hal kekayaan budaya.

"Kalau bidang yang dikembangkan ini, sesuai dengan MoU, adalah ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan kebudayaan. Tentu saja dari pihak Tiongkok juga memotret DIY ini sebagai pusat kebudayaan. Memang itu kekuatan kita, jadi itulah yang menjadi titik penting dalam kerja sama bilateral tersebut," pungkas Ghofar.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved