Saran Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Soal Menu 'Kering' MBG di Bulan Ramadan

Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Yogyakarta selama bulan Ramadan mendapat sorotan dari masyarakat.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/AZKA RAMADHAN
SOAL MENU MBG - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (25/2/26). 
Ringkasan Berita:
  • Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Yogyakarta selama bulan Ramadan mendapat sorotan dari masyarakat.
  • Sejumlah warga mengeluhkan komposisi menu yang dinilai kurang proporsional dan cenderung didominasi makanan kering, seperti aneka roti, yang dianggap kurang memenuhi kaidah gizi seimbang untuk anak sekolah.
  • Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan bahwa esensi dari MBG adalah untuk mendukung tumbuh kembang anak, sehingga kualitas menu tidak boleh dikorbankan.

 


TRIBUNJOGJA.COM, ​YOGYA - Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Yogyakarta selama bulan Ramadan mendapat sorotan dari masyarakat.

​Banyak warga mengeluhkan komposisi menu yang dinilai kurang proporsional dan cenderung didominasi makanan kering, seperti aneka roti, yang dianggap kurang memenuhi kaidah gizi seimbang untuk anak sekolah.

​Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan bahwa esensi dari MBG adalah untuk mendukung tumbuh kembang anak, sehingga kualitas menu tidak boleh dikorbankan.

​Pria berlatar belakang dokter kandungan ini memberikan pesan kepada para penyedia MBG, supaya kembali kepada pakem menu yang telah ditentukan sejak awal.

​"Kita akan komunikasikan, aslinya menu yang diharapkan itu kan mengandung protein hewani," tandas Hasto, di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (25/2/25).

​Mantan Kepala BKKBN RI tersebut menjelaskan, protein hewani merupakan komponen mutlak yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan. 

Menurutnya, penyedia wajib mengutamakan bahan pangan yang kaya kandungan nutrisi spesifik. Sebab, seharusnya menu MBG tidak sekadar mengenyangkan, tapi juga mencerdaskan.

"Untuk pertumbuhan anak, protein hewani harus diutamakan, yang mengandung omega-3 itu lebih diutamakan, karena ini berkaitan dengan pertumbuhan otak dan tubuh," ujarnya.

Penyedia MBG harus kreatif

Hasto pun berharap ke depannya dapur-dapur yang didapuk menyajikan MBG bisa lebih kreatif dalam mengolah hidangan, agar selaras dengan tujuan program.

Baginya, memberikan menu-menu sederhana seperti telur atau ikan jauh lebih baik daripada memenuhi kotak makan siswa dengan karbohidrat berlebih.

"Makanya, apapun menu yang disajikan, harapan saya, mudah-mudahan tetap mengacu kepada tujuan semula, karena ini (penerima manfaat) anak-anak di usia pertumbuhan," cetusnya.

"Sehingga, kalau misalkan bulan Ramadan dikasih telur, itu masih sesuai, atau ikan, mungkin masih bisa sesuai. Harapan saya tidak dikasih dalam bentuk karbohidrat yang dominan tanpa protein hewani," urai Hasto. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved