Pencemaran Limbah MBG di Bantul

Air Sumur Warga di Bantul Berbusa, Diduga Tercemar Limbah SPPG Mangiran

Selama hampir sebulan terakhir, ia tidak bisa menggunakan air sumurnya dikarenakan diduga tercemar IPAL dari SPPG Mangiran. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
AIR SUMUR TERCEMAR: Agus Indriyanto (55), warga Mangiran, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta sedang menunjukkan air berbusa, Kamis (30/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Air sumur warga Mangiran berbusa dan bau, diduga tercemar limbah IPAL SPPG.
  • Agus Indriyanto sekeluarga sudah sebulan tidak bisa memakai air sumur dan harus mencari sumber air lain.
  • BPBD Bantul menyalurkan bantuan air bersih, sementara SPPG memberi kompensasi berupa pembuatan sumur bor.
  • Pihak SPPG bersama instansi terkait berkomitmen memperbaiki IPAL dan menyelesaikan masalah pencemaran.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beredar kabar sumur warga di Mangiran, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, berbusa dan tidak bisa dipergunakan untuk minum, mandi, maupun mencuci. 

Air sumur warga berbusa diduga karena tercemar limbah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) .

Sudah sebulan air tak bisa untuk konsumsi

Agus Indriyanto (55), warga Mangiran, mengaku menjadi salah satu warga yang mengalami kejadian tersebut. Selama hampir sebulan terakhir, ia tidak bisa menggunakan air sumurnya dikarenakan diduga tercemar IPAL dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangiran. 

"Sekitar tanggal 15 April 2026 ini, saya mulai komplain ke SPPG tersebut. Tapi, seminggu sebelum tanggal 15 April itu, saya mulai merasakan ada yang enggak beres. Air saya berbusa dan bau, jadi tidak bisa dipergunakan," katanya, saat dijumpai di rumahnya, Kamis (30/4/2026).

Adapun air yang ia pergunakan merupakan air sumur mandiri yang dibuat pada beberapa tahun silam. Kedalaman sumur tersebut mencapai delapan meter. Imbas terdampak limbah tersebut, kini ia harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ngungsi cari air bersih

"Ya, karena tercemar limbah itu, jadi saya sama keluarga gitu kalau mau mandi ya ngungsi ke tempat adik saya. Jaraknya hampir satu kilometer dari rumah saya. Di rumah saya kan ada empat jiwa, saya, istri saya, dan dua anak saya. Nanti, kalau mau minum ya beli pakai galon," jelasnya.

Sebenarnya, kejadian tersebut tidak hanya dirasakan oleh Agus sekeluarga, melainkan juga dirasakan oleh tiga KK atau tujuh jiwa yang tinggal dalam satu rumah di dekatnya. Namun, sampai saat ini, baru Agus yang melaporkan kejadian itu ke SPPG Mangiran dan ke instansi terkait.

"Saya sudah melaporkan hal tersebut kepada instansi terkait. Bahkan, kemarin saya sudah meminta tolong ke Panewu untuk minta droping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul," tuturnya.

Dropping air bersih sebanyak satu tangki atau berisi sekitar 5.000 liter pun sudah dilakukan pada tadi malam. Namun, dikarenakan tandon atau tempat penampungan air itu dalam posisi yang rendah, sehingga bantuan air bersih belum bisa dipergunakan.

SPPG Mangiran beri kompensasi sumur bor

Selain itu, dari hasil diskusi pihaknya juga telah mendapatkan kompensasi berupa pembuatan sumur bor dengan kedalaman sekitar 10 meter. Sumur bor itu dibuatkan oleh pihak SPPG Mangiran untuk Agus sekeluarga.

"Sumur bornya, sampai saat ini masih dalam pengerjaan. Ya mudah-mudahan nanti, kami bisa segera mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ucap dia.

Sementara itu, Kepala SPPG Mangiran, Muhammad Fauzan, mengaku telah mendapatkan laporan terkait dugaan pencemaran limbah IPAL. Pihaknya juga telah melakukan diskusi dengan pihak terkait untuk mencari solusi mengatasi pencemaran limbah IPAL.

SPPG perbaiki IPAL

"Untuk perbaikannya sudah sesuai dengan apa yang kita rembuk (diskusi). Dari kemarin juga ada Koramil, Polres, Puskesmas, dan kalurahan itu, kami dari yayasan pun sudah mendiskusikan dan mencari solusi mengatasi masalah tersebut," katanya.

Adapun hasil diskusi tersebut berupa perbaikan pada IPAL dan membuat sumur bor untuk satu keluarga terdampak. Sebab, sampai saat ini, baru ada satu laporan dari satu keluarga yang terdampak diduga dari limbah IPAL SPPG.

"Kami pasti ada komitmen untuk melakukan perbaikan. Dan kemungkinan sementara seperti itu sih (kemunculan busa dan bau air di rumah Agus dari limbah IPAL)," tutupnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved