Tak Lagi Jadi Penonton, Kelompok Tani Bakal Dilibatkan Pasok Bahan Pangan MBG

Program MBG di DIY kini tak sekadar menyasar perbaikan gizi, namun mulai bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Perwakilan Yayasan Bijana Paksi Sitengsu saat menyambangi salah satu Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Gunungkidul, Jumat (1/5/2026)kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY kini tak sekadar menyasar perbaikan gizi, namun mulai bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan.

Melalui Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, para petani lokal yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) kini digandeng sebagai pemasok utama bahan pangan guna memangkas dominasi distributor besar dan memastikan keuntungan langsung mengalir ke kantong warga.

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat lokal, khususnya petani, mendapat manfaat ekonomi langsung, sehingga tidak sekadar menjadi penonton.

​Sekjen Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, R Teddy Anggoro, mengatakan dapur yang dikelolanya memang dirancang untuk memberi kepastian pasar bagi petani.

​"Poin pentingnya adalah peningkatan secara ekonomi. Kami ingin dapur ini benar-benar menyentuh lembaga masyarakat yang ada di wilayah, bukan dikuasai oleh distributor besar atau supplier khusus," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

​Teddy menambahkan, konsep yang diusungnya tersebut bersinergi dengan gerakan lokal Lumbung Mataraman memanfaatkan potensi wilayah yang ada.

Baca juga: Kirab Penari dan Abdi Dalem Warnai Pembukaan Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026

Di samping itu, dapur juga menyediakan layanan khusus untuk pendampingan serta pelatihan bagi para para petani yang tergabung dalam mitra KWT-nya

​"Apa yang ditanam masyarakat, itu yang berkontribusi memenuhi kebutuhan dapur. Jika sinergi ini berjalan, akan ada peningkatan pendapatan yang signifikan bagi kelompok tani," tandasnya.

Anjar Sumarmi, Koordinator KWT Dusun Kernen, Playen, Kabulagen Gunungkidul, menyambut baik ajakan untuk bersinergi mendukung program MBG.

Bukan tanpa alasan, sistem pemasaran yang selama ini hanya mengandalkan media sosial, seringkali menjadi penghambat kemajuan kelompok taninya.

"Kami sangat berharap kerja sama dengan dapur MBG ini bisa memberikan modal, peralatan, hingga pelatihan teknik budidaya, agar hasil panen kami lebih maksimal dan punya pasar yang jelas," cetusnya. (aka)

 


 

Sumber: Tribun Jogja
Tags
KWT
MBG
SPPG
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved