Aksi Unjuk Rasa di Mapolda DIY
BREAKING NEWS: Massa Aksi Mulai Datangi Mapolda DIY
Sekelompok massa aksi yang mengaku marah dan kecewa atas peristiwa penganiayaan yang terjadi di Tual, Maluku, mulai mendatangi Mapolda DIY
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Hal itu disampaikan Tiyo menanggapi meninggalnya anak di Tual, Maluku setelah dianiaya oknum anggota Brimob Polda Maluku, Kamis (19/2/2026) lalu.
Menurut dia, kematian anak di Tual akibat sistem yang melanggengkan kekerasan.
"Saya yakin Presiden Prabowo sampai hari ini tidak tahu bahwa ada kematian di NTT dan kematian di Tual," katanya saat ditemui di UII Cik Di Tiro, Minggu (22/2/2026).
"Yang satu dibunuh oleh sistem yang tidak berpihak pada pendidikan, yang satu dibunuh oleh sistem yang melanggengkan kekerasan.
"Presiden tidak boleh menutup mata dan telinga tentang realitas yang terjadi di sekitarnya.
Ia pun mendesak orang-orang di sekitar Presiden Prabowo untuk menyampaikan realitas yang ada ke presiden.
Menurutnya, menyampaikan realitas ke presiden tidak akan membuat kesehatan Presiden Prabowo menurun atau marah.
"Kalaupun beliau marah, itu kemarahan yang lebih baik, daripada kebahagiaan yang tidak menjamin keberpihakan pada rakyat," lanjutnya.
Reformasi Polri gagal?
Kematian anak di Tual, Maluku juga membuktikan kehadiran Komisi Percepatan Reformasi Polri tidak membuahkan hasil.
Ia menilai komisi yang disusun dengan nilai moral dan komitmen tinggi atas integritas dan nilai justru tidak berdampak apa-apa.
"Ini kritik kami kepada tidak hanya Komisi Percepatan Reformasi Polri, tapi juga Presiden yang memerintahkan supaya komisi ini bekerja," ujarnya.
"Ternyata Presiden hanya memerintahkan komisi ini untuk bekerja, tapi tidak menjamin bahwa kerjaan mereka akan diakomodasi menjadi kebijakan.
Apa kata Kapolri?
Terkait insiden di Tual, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, perbuatan anggota Brimob berinisial Bripda MS yang menganiaya pelajar bernama AT (14) hingga tewas merupakan hal yang menodai marwah institusi.
Menurutnya, Brimob sebagai bagian dari kepolisian seharusnya merupakan pihak yang melindungi masyarakat.
"Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat," ujar Sigit kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).
| Pernyataan Polda DIY dan Kronologi Aksi Unjuk Rasa di Mapolda DIY, Tiga Mahasiswa Telah Dikembalikan |
|
|---|
| 3 Mahasiswa yang Diamankan Saat Aksi di Polda DIY Sudah Dikembalikan ke Pihak Rektorat |
|
|---|
| Doa untuk Para Korban Kekerasan Aparat, Massa Aksi Gelar Salat Goib dan Isya di Depan Mapolda DIY |
|
|---|
| Sejumlah Orang Tertangkap, Dibawa Aparat Berpakaian Preman ke Mapolda DIY |
|
|---|
| Warga Sekitar Muncul Minta Massa Aksi Bubar, Demonstran Mundur, Jalur Depan Polda DIY Dibuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-aksi-yang-marah-dan-kecewa-atas-peristiwa-penganiayaan-di-Tual-Maluku-datangi-Mapolda-DIY.jpg)