Ramadan 2026

Pengalaman Mistis dan Mendebarkan Petugas Pemeriksa Jalur KA di Yogyakarta

Menjalani ibadah puasa tidak menghalangi Rahmat Haryanto menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

|
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
PETUGAS JALUR KA - Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta, Rahmat Haryanto (36) melakukan pemeriksaan jalur dengan berjalan kaki, bertugas di petak Lempuyangan-Maguwoharjo, Selasa (24/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puasa tidak menghalangi Rahmat Haryanto menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
  • Menjadi seorang PPJ, ia bertanggung jawab memeriksa dan memastikan jalur aman dilewati kereta api.
  • Setiap hari, Rahmat berjalan kaki untuk memeriksa rel, bantalan, balas, dan bangunan yang ada di sekitar jalur.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjalani ibadah puasa tidak menghalangi Rahmat Haryanto menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Sebagai PPJ, ia bertanggung jawab memeriksa dan memastikan jalur aman dilewati kereta api.

Rahmat berjalan kaki untuk memeriksa rel, bantalan, balas, dan bangunan yang ada di sekitar jalur.

Setiap hari, ia memeriksa jalur petak Lempuyangan-Maguwoharjo sepanjang 6,8 kilometer sekali jalan.

Artinya setiap melakukan pemeriksaan pulang pergi sekitar 13,6 kilometer.

“Untuk pemeriksaan sore dikasih waktu 1 jam 40 menit, untuk malam diberi waktu 2 jam. Tugasnya mengecek secara langsung kondisi rel, jika ada kerusakan langsung diperbaiki. Paling sering itu penambat kendor. Nanti langsung diperbaiki pakai kunci inggris,” katanya saat ditemui di Stasiun Lempuyangan, Selasa (24/2/2026).

Sebelum bertugas, ia harus melapor ke pengawas peron dan menyiapkan beberapa peralatan yang dibawa.

Bawa peralatan wajib

Peralatan yang wajib dibawa adalah kunci inggris, bendera, alat komunikasi seperti Handy Talky (HT) dan handphone. 

Ia juga mengenakan helm dan sepatu pengaman.

Setelah persiapan selesai, ia mengisi kuesioner dan mulai memeriksa jalur kereta api.

Ia pun tetap menjalankan ibadah puasa. Baginya, tidak ada perbedaan signifikan. 

Ayah tiga anak itu pun tetap kuat berpuasa meski berjalan 13,6 km dalam setiap tugasnya.

“Biasanya sampai di tengah petak Mungkin berhenti di PJL (Petugas Jaga Lintasan), minum, ngobrol, makan ringan. Tetapi kalau bulan puasa, cuma berhenti sebentar (di PJL), tapi nggak minum, nggak makan, lanjut jalan lagi,” terangnya.

Agar tetap kuat menjalani puasa, ia mengoptimalkan waktu berbuka puasa dan sahur.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved